Aktual, Independen dan Terpercaya


IPW: Gelar Piala Bhayangkara, Perwira Polisi Diminta Menyumbang

Arus-Mudik-Polisi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/LISDA YULIANTI HERNINA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Turnamen Sepakbola bertajuk Piala Bhayangkara yang diselenggarakan oleh Polri, mendapat kritikan dari Indonesia Police Watch (IPW). 

 

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mengatakan, para Kapolda, Kapolres, pejabat di jajaran menengah Polri lainnya diimbau jangan mau memberikan sumbangan.

 

(Baca Juga: IPW Imbau Polisi tak Lakukan Rekayasa Kasus Karhutla

 

"Mereka diminta membantu biaya penyelenggaraan Piala Bhayangkara. Sebab bukan rahasia umum jika Polri punya even, para pejabat di jajaran menengah selalu direpotkan, diminta berpartisipasi dan diminta menyumbang dana tidak sedikit," kata Neta kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis (4/2/2016), melalaui keterangan persnya. 

 

Piala Bhayangkara ini rencananya diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, 27 Februari 2016. Namun, tugas Polri menjaga keamanan di negeri ini dan bukan latah ikut-ikutan mengurus sepakbola nasional yang saat ini sedang curat marut karena ulah mafia sepakbola.

 

Neta menjelaskan, ini bukan kali pertama IPW menerima keluhan sejumlah anggota Polri. Sebelumnya, beberapa hari lalu, IPW mendapat keluhan dari sejumlah anggota Polri. Saat itu, Polri hendak mendatangkan Ratu Dunia ke dalam acara ibu-ibu Bhayangkari di Jawa Barat.

 

(Klik Juga: Januari Bulan Duka Bagi Polri

 

Guna mendatangkan Ratu Dunia ini, para pejabat di jajaran menengah Polda Jabar, diminta menyumbang hingga ratusan juta Rupiah. Usai diprotes banyak pihak, akhirnya acara itu dibatalkan Mabes Polri.

 

"Dari kasus ini elit elit Polri harusnya bisa introspeksi, sehingga tidak neko-neko untuk melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai institusi keamanan. Elit elit Polri jangan mau dikadali oleh orang-orang tidak jelas. Sebab Polri punya diskresi dan punya
power hukum sangat rawan disalahgunakan atau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi," kritik Neta. 

 

Artinya, jelas Neta, dengan penyelenggaraan acara atas nama Polri, tak mustahil pihak-pihak tertentu memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

 

"Padahal even itu tidak jelas manfaatnya dan sangat jauh dari tugas-tugas Polri sebagai institusi keamanan. IPW berharap elit elit Polri konsisten membawa institusinya sebagaiinstitusi keamanan dan bukan sebagai institusi olahraga," ujarnya. 

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline