Hanya 36 Persen Penduduk Indonesia Miliki Rekening di Bank

Bank-Indonesia.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/WILNA SARI)

Penulis: Wilna Sari


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bank Indonesia Perwakilan Pekanbaru bekerja sama dengan pemerintah kota mengusung program elektronifikasi menuju Pekanbaru Smart City. Dalam pertemuan edukasi Generasi Baru Indonesia (Genbi) yang ditaja oleh BI ini, turut mengundang 80 Genbi yang berasal dari mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan Universitas Riau penerima beasiswa BI.


Acara disertai agenda penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Ismet Inono mengatakan perlunya penyegeraan elektronifikasi, mengingat hanya 36 persen penduduk Indonesia usia dewasa saat ini yang memiliki akun rekening lembaga keuangan formal.


“Tingginya transaksi tunai serta rendahnya tingkat akses keuangan masyarakat Indonesia terhadap lembaga keuangan formal, tidak disadari memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan perekonomian,” katanya, Rabu (30/12/2015). (BACA: Jangan Bergantian Tiup Terompet saat Tahun Baru. Ini Bahayanya)


Adapun kelemahan transaksi tunai ini menurutnya dapat memakan biaya pengelolaan yang besar, inefisiensi waktu, rawan kejahatan dan tidak tercatat secara otomatis dalam laporan transaksi.


Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan Genbi sebagai generasi penerus kebijakan nantinya agar dapat melanjutkan sosialisasi ini kepada masyarakat, serta menjadi pelopor penggunaan kecanggihan teknologi untuk pencapaian gerakan masyarakat cerdas dalam pembangunan Pekanbaru sebagai kota cerdas.


“Tidak hanya kotanya saja yang cerdas, tapi manusianya juga harus cerdas. Karena itu salah satu pembangunan infrastruktur dasar kita akan fokus pada telekomunikasi guna mendukung kemajuan penggunaan teknologi dan informasi di kota cerdas yang sedang kita bangun ini,” katanya. (KLIK: 2016, Ada Kartu Riau Pintar Untuk Siswa Putus Sekolah)


Firdaus pun optimistis Pekanbaru kedepannya dapat menjadi salah satu kota yang dilirik dunia dengan modal dasar memiliki posisi yang stategis sebagai pintu masuk antar negara dan berpotensi untuk penanaman modal bagi para investor, ditambah lagi keseriusan pengembangan Pekanbaru sebagai kota wirausaha yang mengedepankan sektor jasa, perdagangan dan industri.


“Saya yakin upaya kita mencapai visi Kota Pekanbaru, yaitu mewujudkan Pekanbaru sebagai cerdas dapat terwujud, tentunya juga dibarengi dengan karakter kota metropolitan yang madani,” katanya.