Libur Panjang, Warga Riau Beramai-ramai Umrah ke Tanah Suci

Jamaah-Calon-haji.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/UCHI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Warga Riau ternyata lebih banyak mengisi libur panjang akhir tahun 2015 hingga awal 2016 dengan memilih bepergian ke Mekkah untuk umrah dibandingkan liburan ke dalam maupun luar negeri. 

 

"Memang akhir tahun ini lebih banyak penerbangan ke Mekkah dibandingkan liburan ke dalam negeri maupun luar negeri. Mungkin karena libur panjang akhir tahun ini menjadi momen baik bagi para peserta umrah ini untuk beribadah," kata Kepala Divisi Operasi Bandara SSK II Pekanbaru, Asturman Yunus, kepada RIAUONLINE.CO.ID, ketika dikonfirmasi, Selasa (29/12/2015). (Baca Juga: Inilah Cerita Kesederhanaan Seorang Pejabat Negara

 

Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asosiasi Agen tour dan perjalanan Indonesia, Asita) Riau, Ibnu Mas'ud mengatakan, banyaknya para peserta umrah dari Riau hal lazim saban tahun.

 

Keadaan seperti ini, tak hanya terjadi di Riau saja tapi seluruh Indonesia. "Memang akhir tahun musim umrah ke Mekkah. Ini bukan karena akhir tahun itu hari libur panjang, melainkan bulan Desember hingga April jatah waktu diberikan pemerintah Saudi kepada Indonesia untuk melakukan ibadah umrah," tutur Ibnu ketika ditemui di ruangannya.

 

Ia menjelaskan, jatah tersebut diberikan lewat penurunan harga visa diterapkan kepada negara yang warga negaranya hendak menunaikan umrah. Jatah ini, jelasnya, diberikan sesuai kebijakan diberikan terhadap negara-negara mayoritas muslim. (Klik Juga: Tragedi Mina, Begini Cerita Jemaah Haji Asal Pekanbaru

 

"Jatah waktu kita itu bersamaan dengan seluruh wilayah Asia Tenggara. Sedangkan untuk Eropa, Afrika dan yang lainnya juga punya jatah waktunya sendiri," tegasnya.

 

Untuk 2015 ini, ujar Ibnu Masud, meskipun jumlah lawatan lebih banyak dilakukan para peserta umrah dibandingkan lawatan lain, namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah ini jauh menurun.

 

"Meskipun 75 persen lawatan itu didominasi para peserta umrah, namun tahun ini sebenarnya ada penurunan jumlah 30 persen dibandingkan tahun lalu. Kebanyakan faktor tersebut disebabkan oleh melemahnya keadaan ekonomi masyarakat kita secara umum," pungkasnya. 

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

-->