Anda Seorang Pianis? Coba Jajal Ananda Sukarlan Award

Ananda-Sukarlan-Kompetisi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

PEKANBARU - Anda seorang pianis? Atau anak-anak Anda mau menjajal kompetisi piano klasik? Ananda Sukarlan Award (ASA) International Piano Competition, diadakan setiap 2 tahun sekali, akan diadakan lagi tahun depan, 27-31 Juli 2016 di Jakarta.

 

Ajang ini diselenggarakan untuk kelimakalinya sejak 2008. Kompetisi ini telah mencetak pianis-pianis terbaik Indonesia saat ini semua tinggal di Amerika Serikat dan Singapura. Para peserta biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan menyiapkan keikutsertaannya di kompetisi biasanya diikuti pianis-pianis terbaik Indonesia ini. (Baca Juga: Raisa Keenakan di Musik tak Ada Persaingan

 

Pemenang ASA 2008, Inge Buniardi, serta ASA 2010 Edith Widayani, saat ini sedang mengambil program Doctorate of Music (S3), masing-masing di University of Kansas dan di Eastman School of Music (Rochester, New York).

 

Mereka telah memenangkan berbagai kompetisi internasional, terakhir kemenangan Edith sebagai juara I di Koscziusko Foundation Chopin Piano Competition in New York City th. 2014, dan telah konser ke berbagai negara di Amerika, Eropa dan Asia.

 

Pemenang ASA 2012, Randy Ryan, kini kuliah di Juilliard School of Music (New York City), dan pemenang ASA 2014 Anthony Hartono di National Univercity of Singapore. (Klik Juga: (Video) Hewan Pun Ternyata Penikmat Musik

 

Mereka berempat semua mendapatkan beasiswa untuk biaya kuliahnya dari universitas masing-masing. Selain mereka, para peraih juara 2 dan 3 di setiap edisi juga telah mulai berkarir di mancanegara.

 

Kompetisi ASA Juli 2016 akan bekerjasama dengan Institut Francais d'Indonesie, yang akan menyediakan beasiswa ke Perancis bagi pemenang pertama kategori Senior. Selain kategori itu, juga ada untuk Junior (dibawah 18 th), Elementary (dibawah 12 th) dan Little Elementary (dibawah 10 th).

 

Keistimewaan ASA 2016 yang belum pernah diadakan sebelumnya baik di ASA maupun kompetisi-kompetisi musik lainnya di Indonesia adalah adanya kategori untuk kaum difabel mental dan/atau fisik. Kategori ini ditambahkan sebagai wadah bagi kaum difabel kreatif untuk berkarya, karena kategori ini non-kompetitif.

 

Ananda Sukarlan sendiri telah diminta oleh "Open Music Foundation" di Spanyol untuk menulis karya-karya untuk kaum difabel fisik, dan partitur karya-karya tersebut sekarang tersedia untuk umum. (Lihat Juga: Hingga Kini Ternyata Hanson Masih Terus Bermusik

 

"Di dunia internasional, kompetisi untuk kaum difabel sudah menjadi perhatian yang serius dari banyak lembaga. Sementara di Indonesia, masih belum bisa dikompetisikan, tetapi ASA akan menjadi 'pemanasan' bagi mereka sekaligus wadah awal bagi kategori ini," kata Ananda Sukarlan. (Elizabeth Swanti)

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline