Aktual, Independen dan Terpercaya


Perut Buncit Berbahaya? Tidak Juga!

perut.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE - Perut buncit banyak dikhawatirkan orang lantaran kerap kali dianggap sebagai pemicu penyakit. Tapi perlu anda tahu, tidak semua perut buncit berbahaya.

 

Dikutip dari Suara.com, perut buncit yang juga dikenal dengan sebutan obesitas sentral merupakan pemandangan yang umum kita jumpai saat ini. Tak hanya orang bertubuh gempal, mereka yang kurus pun juga bisa mengalami penumpukan lemak berlebih di perut. (KLIK: Kurangi Pemakaian Headphone)

 

Berbagai penelitian telah banyak mengaitkan perut buncit dengan risiko kesehatan yang mengintai, salah satunya adalah penyakit kardiovaskular. Tapi Anda juga perlu mengetahui bahwa ternyata tak semua perut buncit berbahaya lho!

 

Kardiologis dari Gleneagles Hospital Singapore, dr. Peter Ting mengatakan bahwa ada dua tipe perut buncit. Tipe pertama dimana lemak hanya menumpuk di dinding atau permukaan perut saja. (LIHAT: Ubahlah Pola Hidup, Ini Penyebab Diabetes Saat Muda)

 

"Tipe ini cenderung tidak berbahaya meski sebaiknya diberikan intervensi seperti perubahan pola hidup agar lemak yang menumpuk bisa terkikis," ujarnya pada temu media di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

 

Sedangkan tipe kedua merupakan kondisi dimana lemak menutupi seluruh organ yang berada di perut. Tipe ini tergolong berbahaya dan bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes tipe 2, bahkan kanker. (BACA: Cara Melangsingkan Tubuh Bagi Yang Malas Diet)

 

"Untuk pendeteksian secara akurat sebaiknya dilakukan MRI. Tapi karena faktor biaya yang tidak murah kita bisa analisis dengan ukuran lingkar pinggang," imbuhnya.

 

Menurut Peter, idealnya lingkar pinggang tidak melebihi 80 cm untuk perempuan atau 90 cm untuk laki-laki. Jika melebihi angka tersebut seseorang berisiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan.

 

"Olahraga merupakan cara terbaik untuk membuang lemak. Namun pola makan juga harus diperhatikan. Ukuran lingkar pinggang bisa menjadi patokan agar seseorang merubah gaya hidupnya," pungkasnya.