Jika Terus Diganggu, Kongres HMI Pindah ke Jakarta

Persiapan-Jelang-Kongres-di-GOR-Remaja.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Steering Comitee Kongres HMI ke 29 khawatir gelarang kongres tidak akan berlanjut lebih lama lagi di Pekanbaru. Pasalnya hingga hari ini banyak sekali gangguan dari pihak eksternal yang berniat menggagalkan kongres di Pekanbaru.

 

Gangguan tersebut datang dari berbagai elemen organisasi kepemudaan, Ormas, Mahasiswa maupun komunitas yang secara sporadis menentang gelaran kongres di Pekanbaru. Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa hingga komunitas pendukung klub sepak bola.

 

"Kita khawatir, kongres akan dipindahkan jika keadaannya terus seperti ini. Kita tidak mungkin berani mengambil resiko untuk bertahan di Pekanbaru sedangkan potensi rusuh bisa terjadi kapanpun. Tentu itu pilihan yang sangat konyol sekali dilakukan," ujar Steering Comitee Kongres HMI, Ahan Syahrul Arifin ketika ditemui RIAUONLINE.CO.ID, Selasa (24/11/2015) sore. (KLIK: Panitia Akui Kurangnya Persiapan Kongres)

 

Jika jadi dipindahkan, maka kongres akan kembali ke rumah sendiri yakni di Jakarta. Hal itu merupakan jalan terbaik yang bisa diambil karena selain Jakarta merupakan lokasi tengah, pemindahan lokasi dinilai memperkecil biaya kongres.

 

"Jika dipindahkan, tempat yang paling mungkin untuk tempat relokasi kongres adalah di Jakarta. Kalau di Jakarta kita punya tempat sendiri, tak perlu meminjam tempat. Juga tempat tersebut cukup sentral untuk jadi tempat kongres," tegas Ahan. (LIHAT: Ada Pihak Ingin Hancurkan Nama HMI, Kongres Dipercepat)

 

Ahan menilai ini adalah kongres dengan gangguan dari eksternal terburuk selama sejarah kongres terjadi. Ia khawatir hal ini akan memperburuk citra tuan rumah yang tak bisa memberikan jaminan rasa aman bagi kader HMI dari seluruh Indonesia.

 

"Ini sebenarnya bukan hanya jadi aib bagi HMI sendiri, melainkan juga akan jadi aib bagi tuan rumah di mata kader se-Indonesia juga bagi masyarakat di luar Riau yang akan memandang pemerintah dan masyarakatnya tak bisa memberikan rasa aman. Dan akhirnya rasa malu ini akan menimpa kita semua, dan tentu kita tak menginginkan itu terjadi pada kita bukan," kata kader yang berasal dari Malang tersebut. (KLIK: 699 Aktivis HMI Direlokasi dari GOR ke Kawasan MTQ)

 

Jika kondisi tak membaik dia menambahkan, beberapa hari kedepan SC akan memutuskan, apakah Pekanbaru masih layak untuk menjadi tempat kongres atau tidak. Ahan berharap kondisi akan segera membaik supaya kongres dapat dibuka dan dijalankan secepat mungkin. Ia tak mau berlama-lama merasa menjadi beban bagi masyarakat Riau.

 

"Kita tak mau dianggap sebagai musuh dan beban bagi masyarakat Riau. Kita kesini datang sebagai tamu supaya dapat memeriahkan kehidupan masyarakat Pekanbaru. Tapi kalau kami dianggap sebagai musuh dan beban maka harus bagi kami untuk sadar dan segera pergi dari sini," tandas Ahan.