Titik Api Selalu Meningkat Jelang Pilkada, Apa Sebab?

Kebakaran-Lahandi-Payung-Sekaki.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/YOLA RISTANIA VIDIANI)

Laporan : Saan

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan ternyata tidak lepas dari unsur politik. Terutama pada saat mendekati pemilihan umum (Pemilu) ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

 

Peneliti Center for international forestry Reseach (Cifor) Herry Purnomo menyebutkan, pada tahun-tahun pemilu tingkat hotspot jauh lebih banyak dari tahun biasanya. (KLIK: Ini Dia Dalang Kebakaran Hutan dan Lahan)

 

"Lihat saja tahun 2015 ini, karena banyak Pilkada serentak. Hotspotnya lebih banyak," jelasnya, saat diskusi bersama media di Swiss Bellin, pekanbaru, rabu (18/11/15).

 

Ada pun tahun-tahun puncak titik panas yang sangat tinggi seperti terjadi pada periode 2004, 2005, 2006, 2009, 2014 dan 2015.

 

Tahun tersebut cenderung berdekatan dengan pemilu atau Pilkada. Meskipun ada juga pengaruh cuaca, seperti pada tahun 2006. "2006 kondisinya sangat kering, mungkin ini dampak cuaca," ujarnya. (LIHAT: 6 Pendapat Warga Soal Kabut Asap)

 

Menurutnya pemerintah tidak serius mencegah bencana kabut asap. Ia memprediksi asap akan kembali melanda Indonesia. " Tahun depan mungkin terjadi lagi, namun tidak parah," ujarnya.