Perang Besar Bakal Pecah di Laut China Selatan

natuna.jpg
(INTERNET)

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Henri Alfiandi memprediksi perang besar antar negara akan terjadi dalam jangka waktu dekat. Perang tersebut adalah perang untuk memperebutkan Kepulauan Spratly yang telah menjadi konflik klasik di wilayah Laut Cina Selatan.

 

Menurut Henri, Indonesia akan terlibat dalam perang tersebut. Karena sebagian wilayah Pulau Natuna juga menjadi wilayah yang diperebutkan antara beberapa negara yang ada di Asia seperti Cina, Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Taiwan dan Indonesia. (BACA JUGA: Dengan Gagah Berani Letnan M Boya Maju Menyerang Belanda)

 

"Kita akan memprediksi paling tidak dalam waktu 5 tahun ini akan terjadi perang besar antar negara yang memperebutkan kepulauan Spratly. Karena Kepulauan tersebut sangat strategis," tutur Masrma Henri Alfiandi menjawab RIAUONLINE.CO.ID, Selasa (10/11/2015) usai menjadi inspektur upacara di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma.

 

Sejauh ini, lanjutnya, konflik yang terjadi masih konflik-konflik kecil saja. Namun konflik kecil tersebut dikhawatirkan menjadi sumbu bagi perang yang lebih besar. (KLIK JUGA: Ditembak Pemuda Riau, Pesawat Pembom B-25 Patah Dua

 

"Kalau konflik-konflik kecil seperti persinggungan-persinggungan kapal dengan kapal, itu kapan saja bisa terjadi hari ini. Tapi kalau deklarasi perang antar negara itu masih jauh, setidaknya 5 tahun lagi. Ketika itu terjadi semua negara pasti akan bicara, termasuk PBB," terang Henri.

 

Ia menambahkan, Spratly adalah konflik klasik yang sudah terjadi sejak dulu. Itu konflik yang melibatkan hampir semua negara besar. Namun Indonesia secara politik akan bersifat pasif untuk menjaga stabilitas politik. Hal itu dilakukan untuk menghindari pemicu-pemicu konfrontasi yang dapat terjadi kapan saja.

 

"Indonesia sudah jadi Ikon perdamaian di Asia Tenggara. Indonesia selalu jadi inisiator antara negara-negara yang terlibat konflik untuk kembali berdamai. Jadi kita akan menjaga sebisa mungkin untuk tak terlibat," tandas Henri.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline