Aksi Insan Nusantara Peduli Korban Asap di Pekanbru

Insan.jpg
(ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Yayasan Aksi Insan Nusantara memberikan bantuan kepada warga Pekanbaru yang terpapar kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Bantuan berupa oksigen, obat-obatan dan makanan bayi disalurkan melalui dua Posyandu, di Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru yakni Posyandu Kasih Ibu dan Posyandu Sayang Mama.

 

"Bantuan sudah diterima langsung oleh Kepala Posyandu Ibu Rina dan Ibu Yesi," kata Koordinator Pekanbaru, Agus Wijianto, kepada RIAUONLINE.CO.ID. Rabu (4/11/2015). (KLIK: Jokowi Bentuk Badan Khusus Tangani Asap)

 

Beberapa bantuan yang sudah diterima warga yakni dua tabung oksigen, dua kardus masker N95, delapan kardus masker kanvas, 150 botol vitamin, 120 botol obat batuk, 250 kotak susu balita dan 100 kotak obat tetes mata.

 

Pengurus Yayasan Aksi Insan Nusantara Zul Efendi menyebutkan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap warga Riau yang terpapar kabut asap sejak tiga bulan lamanya. Meski kualitas udara sudah membaik, bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan warga dalam masa pemulihan pasca bencana asap. "Semoga bermanfaat dalam masa pemulihan ini," katanya. (BACA: Khofifah: Warga Riau Terbiasa Hirup Asap)

 

Selain di Pekanbaru kata Zul Efendi, lembaga sosial ini juga memberikan bantuan yang sama kepada sejumlah daerah yang juga mengalami bencana kabut asap di Kalimantan. Tidak hanya berupa bantuan, pihaknya juga memberikan semacam pelatihan kepada anak-anak di Medan, Sumatera Utara ihwal antisipasi dini kabut asap. Adapun pelatihan tersebut yakni membuat perangkat penyaringan partikel jahat yang terkandung dalam kabut asap menggunakan peralatan sederhana.

 

"Peralatannya sederhanya saja, yakni dari air dalam botol galon dan kain basah untuk mengikat partikel jahat yang terkandung dalam kabut asap," jelasnya. (KLIK: Sudah 73.461 Warga Riau Terserang ISPA)

 

Zul menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap awal untuk wilayah Pekanbaru. Pihaknya akan kembali menyalurkan bantuan jika sewaktu-waktu udara kembali memburuk. "Kami berharap bencana kabut asap tidak terjadi lagi melanda masyarakat Riau," ucapnya.