Satu Lagi, Pendukung Jokowi Kecewa dengan Pilihannya

Surat-Hang-Kafrawi-ke-Presiden-Jokowi.jpg
(FACEBOOK/HANG KAFRAWI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satu lagi protes seorang netizen yang memilih Joko Widodo sebagai Presiden RI ketika Pemilihan Umum Presiden tanggal 9 Juli 2014 lalu.

 

Surat yang diunggah dan ditulis langsung oleh pemilik akun facebook bernama Hang Kafrawi, Sabtu, 24 Oktober 2015 lalu, berisikan tentang kekaguman terhadap Presiden RI Joko Widodo. (Baca Juga: (Video) Dua Pekan Pepesan Kosong Janji Jokowi

 

Namun, Hang Kafrawi yang juga Budaya Melayu Riau ini juga merasakan kekecewaan terhadap keputusan Presiden Jokowi yang berangkat ke Amerika Serikat di tengah kabut asap menyerang Indonesia. (Klik Juga: Jokowi Pilih Randang pada Jamuan Makan Malam

 

Berikut isi surat yang di tulis oleh pemilik akun Hang Kafrawi:

Surat Terbuka untuk Jokowi

Yth. Bapak Jokowi, Presiden Republik Indonesia.

Saya adalah salah seorang rakyat Indonesia yang memilih Bapak ketika pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 lalu. Sebelumnya, pada pemilihan presiden terdahulu, sedikit pun hati saya tidak tergugah untuk memilih. Bagi saya, tiada yang dapat diharapkan dari tokoh-tokoh sebelumnya.

Kemunculan Bapak menjadi harapan saya, maka tiada henti saya pun mencari tahu siapa Bapak sebenarnya. Sejak jadi Walikota Surakarta (Solo), Bapak muncul sebagai sosok mewakili kalangan bawah Bangsa Indonesia ini. Bapak adalah cermin rakyat kecil yang mampu mengukir kehendak orang kecil menjadi gelombang bahkan menjadi pulau. Dari anak seorang tukang kayu, kini Bapak menjadi orang yang terpandang. Tiada yang mustahil di muka bumi ini ketika kerja keras dan jika Allah berkehendak, maka jadi, jadilah. Bapak pun menjadi presiden.

Saya akui bahwa kerja keraslah yang menyebabkan Bapak menjadi seperti sekerang ini. Kerja keras yang Bapak perlihatkan kepada rakyat Indonesia memuncul harapan baru, bahwa siapapun berhak menjadi presiden. Anak petani, anak tukang kayu, anak guru, anak buruh, anak pembantu, siapapun berhak menjadi presiden dan Bapak telah membuktikan hal itu.

Kemunculan Bapak menjadi calon Presiden Republik Indonesia dan ‘bartanding’ melawan Pak Prabowo, saya jauh-jauh hari lagi memilih Bapak. Dengan kekuatan apa adanya, saya ajak saudara terdekat, kawan terdekat untuk memilih Bapak. Kami dicemeeh membesar-besarkan nama Bapak. “Masak anak tukang kayu mau jadi presiden.” “Masak orang loyo dipilih jadi presiden.” “Masak orang suka masuk parit dipilih jadi presiden.” Banyak lagi kalimat-kalimat yang mencemeehkan Bapak, tapi saya (dan saya yakin rakyat yang memilih Bapak juga berpikiran sama dengan saya) tetap yakin, Bapak adalah perwujudan rakyat kecil Bangsa Indonesia yang dapat memperjuangkan nasib orang kecil di negara tercinta ini.

Saya dan kami yang memilih Bapak tidak mengharapkan menjadi menteri, menjadi orang terdekat Bapak, tapi kami yang memilih Bapak berharap Bapak dapat memperjuangkan nasib orang kecil. Bapak berasal dari orang kecil, tentu lebih tahu merasakan apa yang dirasakan orang kecil di negara ini.

Berdasarkan harapan inilah, saya memberanikan diri menulis surat ini kepada Bapak. Bapak tidak perlu takut dengan orang-orang yang berada di sekeliling Bapak, sebab Bapak dipilih rakyat Indonesia. Seandainya Bapak takut dipecundangi oleh orang-orang terdekat Bapak ketika memihak kepada rakyat, Bapak beritahu kepada rakyat yang memilih Bapak. Kami yang memilih Bapak, bukan memilih menteri Bapak, bukan memilih partai Bapak, bukan memilih orang-orang terdekat dengan Bapak. Bapak tanpa orang-orang itu pun bisa menjadi presiden, sebab Bapak adalah wujud orang rakyat kecil negara ini.

Bukan saya hendak mengajar Bapak, kepintaran dan kerja keras Bapak sudah memperlihatkan kehebatan Bapak, namun kadang kala sebagai manusia, kita lupa. Saya pribadi, mungkin juga rakyat yang memilih Bapak, sedikit kecewa. Ketika di berbagai wilayah di Indonesia diserang bencana asap, Bapak berangkat ke Amerika. Sekadar mengingatkan Bapak, bahwa Barack Obama tidak akan pernah memandang Bapak kalau Bapak tidak menjadi presiden, dan Bapak menjadi presiden dipilih sebagian rakyat Indonesia yang sedang bergelut melawan asap. Saharusnya Bapak menunda keberangkatan Bapak ke Amerika, dan kalau pun ada masalah sangat penting, kan ada Duta Besar kita di Amerika. Akan lebih molek alasan Bapak kepada Obama bahwa Bapak tidak bisa ke Amerika tersebab rakyat Bapak dalam keadaan sengsara disebabkan azab asap. Obama pasti akan menaruh perhatian yang bersar dengan sikap Bapak tersebut.

Walaupun Bapak sudah ke Amerika, saya dan kami yang sedang dikepung bencana asap ini masih tetap barharap kepada Bapak. Hukum seberat-beratnya perusahaan-perusahaan yang telah membakar lahan itu, jangan pernah pandang bulu. Jangan Bapak menimbang utang budi kepada perusahaan-perusahaan itu, sebab Bapak hadir sebagai kekuatan rakyat yang sedang dilanda kabut asap. Bapak adalah harapan kami, bapak adalah kekuatan rakyat Indonesia.

Salam hormat saya

Hang Kafrawi
Rakyat Riau

 

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline