Posko Evakuasi di Rumah Dinas Gubri Masih Lengang

pengungsian.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Zuhdi Febryanto)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Usai ditetapkan sebagai tempat evakuasi bagi korban paparan asap, Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau masih terlihat sepi lengang. Belum ada satupun masyarakat yang mendatangi tempat tersebut untuk mengungsi di sana.

 

Menurut salah satu petugas medis yang berjaga, hal ini disebabkan masih minimnya pemberitahuan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga masyarakat sangat sedikit  mengetahui.

 

"Masyarakat banyak yang masih belum tahu kalau pemerintah provinsi telah menyiapkan tempat evakuasi di sini makanya masih sepi pengunjung sampai sekarang," ujar Juli Marni, petugas medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang bertugas, Senin (26/10/2015). (KLIK: Ada 7 Sektor Terkena Dampak Kabut Asap Riau)

 

Sejak ditetapkan jadi tempat evakuasi sejak Sabtu (24/10/2015) lalu, pengunjung yang telah mendatangi tempat evakuasi di Balai Serindi sudah 17 orang. Namun dari 17 orang tersebut tak satupun berasal dari masyarakat.

 

"Dari ditetapkan jadi tempat evakuasi hari sabtu kemarin sampai sekarang yang mengunjungi sudah 17 orang. Kemarin ada 5 orang pengunjung sedangkan hari ini sudah 12 orang. Tapi belum ada masyarakat yang kesini. 17 orang itu hanya keluarga pegawai saja yang diarahkan kesini," ungkap Juli pada RIAUONLINE.CO.ID.

 

Salah satu pengunjung ke Posko Evakuasi adalah Romi Harianto. Ia adalah salah satu instruktur Tagana di Povinsi Riau, ia mengunjungi Posko Evakuasi karena kedua anaknya menderita sakit ISPA akibat bencana asap yang telah terjadi beberapa bulan terakhir ini. (BACA: Libur Sekolah Kebijakan Masing-Masing Daerah)

 

"Anak kembar saya namanya Nabil dan Nabila. Keduanya sudah batuk-batuk selama seminggu lebih ini karena asap. Lebih-lebih si Nabil yang batuknya lebih parah karena dia laki-laki yang mainnya di luar rumah terus ketimbang si nabila," ujar Romi kepada RIAUONLINE.CO.ID

 

Namun Nabil dan Nabila tidak diperiksa di sana. Kata Juli posko evakuasi tidak sediakan dokter melainkan hanya tenaga medis saja yang memeriksa korban yang hendak ke Posko Evakuasi. "Kita tak sediakan dokter disini karena ini bukan posko kesehatan tapi posko evakuasi," jawab Juli. (

 

Romi kecewa karena tak diberikan layanan kesehatan untuk kedua anaknya yang sakit. Namun Romi telah diberikan arahan untuk mendatangi posko kesehatan di gedung LAM Riau di Jalan Diponegoro.

 

"Kita diarahkan ke LAM Riau buat berobat di sana karena di sini mereka tak sediakan dokter. Ya sebenarnya kecewa tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi," ujar lelaki yang tinggal di Jalan Teratai, Sekajadi.