Aktual, Independen dan Terpercaya


Universitas Indonesia Peduli Korban Asap Riau

Univ-Indoesia.jpg
(ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Tim Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Indonesia bersama Ikatan Alumni UI (Iluni), IDI Wilayah Riau menggandeng LPPM Unri melaksanakan kegiatan bakti sosial di sejumlah tempat di Pekanbaru dan Rimbo Panjang.

 

Tim ini melakukan beberapa kegiatan seperti pengobatan massal gratis di Posko rimbo panjang dengan jumlah pasien yang diobati sebanyak 295 orang. Selain itu mereka juga membagikan masker ke panti asuhan dan pasar sejumlah 1500 buah. Dan membagikan 17 unit air purifier yang dibagikan ke panti asuhan, pos karlahut, pos polisi, sekolah, RSUD Arifin Ahmad untuk digunakan di ruangan ICU, NICU dan PICU. (LIHAT: Ini Cara Cegah Kebakaran Hutan Menurut Kemen LH)

 

Ketua ILUNI Riau, Zainal Arifin mengatakan ia dan timnya sempat memberikan beberapa masukan lewat audiensi kepada Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Dengan kondisi asap seperti ini disarankan ada air purifier yang diharapkan dari dana CSR perusahaan.

 

"Selain itu kita juga mengusulkan agar di setiap sekolah ada tenaga kesehatan yang bekerjasama dengan organisasi profesi kesehatan seperti IDI, PPNI, IAKMI dll selama ada asap di Riau," ujar Zainal lewat rilisnya yang diterima oleh RIAUONLINE.CO.ID, Rabu (14/10/2015) (BACA: Ayah Bocah Perempuan Ini Terbang ke Yogyakarta)

 

Dalam audiensi ini Plt Gubri, Andi Rachman menyambut baik adanya kegiatan Tim ini dan berharap Tim ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa asap yang ada di riau ini bukan berasal dari Riau, tetapi asap dari provinsi tetangga.

 

"Tadi kami juga sempat menyampaikan kepada Plt Gubernur Riau bahwa saat ini LPM UI tengah mengadakan penelelitian untuk menciptakan alat untuk penyaring udara beracun yang dinamakan Smoke Absorber, dimana tahun 2016 akan segera diproduksi secara massal. Mudah-mudahan," pungkas lelaki magister kesehatan tersebut. (KLIK: Kasihan. Anak 3 Tahun Ini Kehilangan Ibunya di Yogya Usai Tabrakan)

 

Disampaikan juga dalam kesempatan pengabdian masyarakat ini bukan hanya melibatkan
fakultas kedokteran saja. "Selain kedokteran tim ini juga juga melibatkan disiplin ilmu yang lain seperti fakultas ilmu kesehatan masyarakat, ekonomi dan lainnya."