Pedagang Kebab Pun Gugat Pemerintah dan Perusahaan Pembakar Lahan

Boy.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/Zuhdy)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Masyarakat terdampak asap semakin serius melayangkan gugatan terhadap pemerintah dan korporasi pembakar lahan. Setelah dideklarasikan sehari lalu di kantor Walhi Riau, beberapa posko pengaduan telah menerima banyak formulir gugatan Class Action dari masyarakat.

 

Sejauh ini sudah banyak elemen masyarakat menyerahkan formulir gugatan Class Action kepada relawan. "Mulai dari Mahasiswa, pedagang kebab, wali murid hingga berbagai aktivis LSM," kata Deputi Wahana Lingkungan Hidup Riau, Boy Jerry Even Sembiring, kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis (8/10/2015) malam.

 

Rumah Budaya Sikukeluang, Jalan Dwikora No 2, menjadi posko sentral dari Gerakan Melawan Asap yang digagas oleh sekelompok warga Pekanbaru. (KLIK: Jokowi Akhirnya Mau Dibantu Singapura dan Malaysia Atasi Asap)

 

Boy yang sejak dua hari melakukan pemantauan di semua posko yang ada, Posko Sikukeluang paling aktif menerima pengaduan mayarakat korban terdampak asap.

 

"Hingga kemarin dalam sehari ada belasan formulir yang sudah mengantar ke posko Class Action di Sikukeluang. Tapi kebanyakan memang masih sebatas mengambil untuk dipelajari dan disebarkan kepada kawan-kawan dan sanak saudaranya yang lain," ujar lelaki yang akrab dipanggil Boy ini  (BACA: Asap Sebabkan Genosida Melayu Riau Bakal Sampai PBB)

 

Boy mengatakan posko Class Action bakal dibuka sampai tanggal 18 September 2015 mendatang. "Sejauh ini sudah ada 5 posko Class Action yakni Sikukeluang, Jikalahari, LBH Pekanbaru, Yayasan Elang dan Walhi Riau." (LIHAT: Jokowi Datang, Riau Siaga I dan Pejabat Kelabakan)

 

"Malam ini kita kedatangan 4 dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau. Kita banyak berdiskusi dan secara pribadi mereka mendukung gerakan yang kita bangun sekarang. Dan mereka akan terus mengajak rekan-rekannya di kampus baik mahasiswa dan teman dosennya," ungkap Boy.

 

Hingga kini Boy mengajak dan menghimbau kepada masyarakat Riau secara luas untuk ikut terlibat dalam gerakan Class Action ini. Ia menganggap gerakan ini adalah sebagai salah satu bentuk perlawanan kita secara nyata kepada negara dan korporasi pembakar lahan.

 

"Kita tetap membuka bagi kawan-kawan yang hendak jadi relawan dan bagi organisasi yang mau menjadikan sekretariatnya menjadi posko penggalangan gugatan ini kita akan senang sekali," tandasnya.