Kabut Asap, Guru Juga Harus Diliburkan

Anak-SD-Masuk-Sekolah.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ULTI DESI ARNI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti Riau. Tidak ada yang bisa memastikan kapan bencana asap ini akan berakhir. Dampaknya cukup luas, selain melumpuhkan ekonomi. Siswa sekolah dari segala tingkatan pun terpaksa diliburkan.

 

Pengawas Pendidikan, Iskandar Alamsyah, mengatakan, majelis guru sebaiknya juga diliburkan saat asap berlangsung.

 

"Siapa yang bertanggung jawab saat anak didik diliburkan. Kami tetap mengusulkan murid, siswa libur, termasuk guru-guru," kata Iskandar pada Diskusi Publik Tersebab Asap Antara Libur ataukah Sekolah diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, dengan Riau Pos, Kamis (1/10/2015), di Ruang Kaliandra. (BACA: Lagi, 52 Penerbangan Batal di SSK II)

 

"Sayang juga dengan guru. Nanti bengak. Kalau pengawas juga libur lah," lanjut Iskandar dengan setengah bergurau.

 

Ia mengajukan solusi, modul. Namun jangan sampai asap berakhir, modul berakhir juga. Modul tersebut bisa digunakan saat kondisi normal maupun tidak.

 

lain halnya Tokoh Pendidikan Pekanbaru, Jakiman. Ia mengatakan, tidak ada yang bisa memastikan kapan asap sisa kebakaran hutan dan lahan di Riau akan berakhir. (KLIK: Jokowi Datanglah ke Riau, Ini Tiket Pesawatnya

 

Mana lebih aman dan efektif bagi anak, apakah di sekolah atau di rumah dalam mengejar ketertinggalan belajar selama asap berlangsung?

 

"Saya cenderung di sekolah. Kalau di sekolah ada kepatuhan yang ditaati oleh para orangtua. Tapi, sekolah jangan harus ada kewajiban. Guru harus mewajibkan anak-anak pakai masker," kata Jakiman. (LIHAT: Pekan Depan, Pelajar Masuk Senin dan Kamis)

 

menurutnya, rekayasa sekolah lainnya, jendela dan pintu ditutup selama proses belajar mengajat berlangsung. Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan kabupaten/kita mewajibkan Puskesmas keliling menghampiri sekolah-sekolah yang ada di daerah Puskesmas tersebut.

 

"Sehingga kita tak perlu menjadwalkan ulang sekolah bagi anak-anak. Di sini perlu keseriusan semua pihak. Anak harus terlindungi, terselamatkan masa depannya. Jangan sampai saat anak-anak di rumah, itu bukan tanggung jawab saya. Profesional guru dipertanyakan," pungkas Jakiman.

 

Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan hampir dua bulan mengganggu aktivitas warga Riau. Penerbangan di Bandara Sultan syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh. Sekolah sudah sebulan lebih diliburkan. Sementara 44.334 warga terjangkit penyakit paparan asap.