Aktual, Independen dan Terpercaya


Digertak Jakarta, Tokoh Riau Lari Terbirit-birit

Diskusi-Kapsul-Waktu-2085.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRURRODZI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Gagasan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Masperi untuk menjadikan Riau menjadi daerah destinasi wisata dimentahkan oleh mantan Anggota DPRD Provinsi Riau, Syafruddin Saan.

 

Ia menganggap gagasan Asisten II tersebut terlalu dibuat-buat. Pasalnya, Syafruddin melihat Riau tidak memiliki destinasi wisata apapun yang mampu dikelola. (Baca Juga: Adakah Kapolda Seperti Sutjiptadi Mampu Atasi Asap Riau

 

“Itu Asisten II jangan mengada-ada dengan mengatakan Riau menjadi destinasi wisata di Riau. Coba sebutkan sama saya daerah mana dan apa mau dijual dari wisata Riau ini? Kita semua sadar kalau Riau bukan daerah wisata, tapi daerah kita kaya dengan sumber daya alamnya,” tuding Syafruddin pada Diskusi Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Gerakan Ayo Kerja di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Sabtu (26/9/2015) siang.

 

Mantan Wakil Ketua Komisi A DPRD Riau ini kembali mengatakan, daripada sibuk membangun tempat pariwisata di Riau, ia lebih setuju kalau pemerintah mau melakukan hal jauh lebih berguna. (Klik Juga: Eksploitasi Gambut Sebabkan Riau Merana 18 Tahun

 

"Kita minta ada transparansi minyak Riau pada perusahaan itu berapa? Kemudian ukur ulang semua lahan konsesi milik baik perusahaan sawit, karet, akasia dan lainnya. Saya kira itu jauh lebih berguna. Dan jika ketahuan ada perusahaan yang memiliki lahan lebih luas dibandingkan izin ia punya, maka pemerintah harus berani untuk mengambil alih secarapaksan bersama elemen masyarakat,” tantangnya. 

 

Syafruddin mengingatkan, ketika menjabat anggota DPRD Riau, ada 135 perusahaan ilegal. Perusahaan tersebut tidak memiliki izin-izin lengkap dan benar. (Lihat Juga: Tagih Janji Jokowi Blusukan Asap ke Riau)

 

“Ada 135 korporasi ilegal di Riau ini, tapi kemana pemerintah kok tidak berani mengusutnya? Ini membuat kita curiga benar ada permainan antara perusahaan dan pemerintah,” jelasnya. 

 

Ia berharap pemerintah dan penguasa yang ada di Riau ini mau tegas dan berani untuk bertindak. Pemerintah tidak boleh lemah apalagi takut kepada perusahaan. (Baca: Satelit Pantau Hotspot di RAPP, Ini Jawaban Perusahaan

 

“Tokoh Riau itu penakut semua jika sudah digertak oleh Jakarta langsung lari terkencing-kencing dan terbirit-birit. Pemerintah Riau itu mesti merubah pola mental kepemimpinannya. Semua orang ingin jadi gubernur tapi ketika sudah jadi gubernur menjadi penjahat semua,” ungkap laki-laki berjenggot itu. 

 

Berbicara soal impian pada tahun 2045 Syafruddin ingin masing-masing pulau yang ada di Indonesia memiliki pemerintahannya sendiri-sendiri. Karena ia menilai jawa akan terus berkuasa jika pulau-pulau lain tidak mau ikut bersuara. (Klik: Perusahaan Malaysia dan Singapura Ternyata Bakar Lahan

 

“Tahun 2045 saya ingin Sumatera punya pemerintahan sendiri, begitu juga dengan Kalimantan dan Sulawesi juga yang lainnya. Kalaupun masih bertahan dengan Indonesia kita ingin ada giliran bagi tiap pulau untuk menjadi Presiden. Jadi tidak jawa saja terus yang dapat jatah,” tandasnya.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline