Riau Klaim Penanganan Asap Lebih Baik

RIAUONLINE, PEKANBARU – Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengklaim kondisi penanganan kabut asap Riau 2015 ini jauh lebih baik jika dibandingkan tahun 2014 lalu. 

 

“Tahun ini Tim Satgas Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan melaporkan secara garis besar bahwa kondisi tahun ini masih jauh lebih baik dan sehat ketimbang kondisi pada tahun sebelumnya yang kita piker sangat parah,” ujar Andi dalam sambutannya kepada Ketua BNPB yang datang ke Riau, Rabu (9/9/2015) siang.

 

Menurutnya, hal ini juga dilihat dari status yang ditetapkan antara tahun 2014 lalu dengan tahun 2015 ini. Jika pada tahun 2014 sudah sampai pada status Tanggap Darurat Kabut Asap, tahun 2015 ini tidak ada peningkatan status dari Siaga menjadi Darurat. Ia menilai Tim Satgas telah cukup baik dalam melakukan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan saat ini.

 

Hal ini juga dilihat dari data luas lahan terbakar dalam periode setahun. Menurut Komandan Korem 031/ Wirabima, Brigjen Nurendi mengatakan ada penurunan jumlah lahan terbakar jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai angka 22.037 hektar di Riau.

 

“Tahun lalu itu ada 22.037 hektar lahan yang terbakar, sedangkan untuk tahun ini jumlah tersebut sudah menurun secara signifikan. Hingga Bulan September 2015 ini, lahan yang terbakar di Riau ini baru mencapai 3.665 hektar,” ujar Komandan Tim Satgas Darurat Karlahut Riau.

(BACA JUGA: Pemerintah Jangan Jadi Anak Durhaka

 

Nurendi mengakui pada akhir Agustus hingga September ini, kualitas udara cukup buruk jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Ia beralasan penurunan kualitas udara ini diakibatkan sempat mandeknya Satgas Udara yang disebabkan habisnya masa kontrak pesawat dan helicopter yang digunakan untuk melakukan waterboombing dan TMC.

 

“Kita memang sangat merasakan dampak buruk dari mandeknya operasi Satgas Udara selama beberapa hari karena habisnya masa kontrak. Selama masa tersebut, memang terjadi peningkatan besar-besaran pada jumlah hotspot di Riau yang otomatis berdampak pada kualitas udara yang ada di Riau,” tukasnya.

  

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline