Kalah dari PSPS, Persiraja Salahkan Kepemimpinan Wasit

Pelatih-Persiraja-Banda-Aceh-Akhyar-Ilyas.jpg
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas (Instagram/Persiraja Banda Aceh)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Idfi Akbar Patha usai timnya kalah tipis 0-1 dari PSPS Pekanbaru dalam laga lanjutan Liga 2 Indonesia 2025/2026, Sabtu 8 November 2025 sore.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Persiraja harus bermain dengan sembilan pemain setelah dua penggawanya menerima kartu merah.

Gol tunggal Reyhan Firdaus di menit ke-88 menjadi penentu kemenangan PSPS di hadapan lebih dari 5.000 penonton yang memadati stadion.

Namun, seusai laga, Akhyar menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan tim berjuluk Laskar Rencong itu.


“Beberapa kali pemain kami dijatuhkan dan dilanggar dari belakang, tapi wasit mengabaikan. Bahkan ada beberapa pelanggaran jelas di depan gawang PSPS yang tidak dianggap pelanggaran,” ujar Akhyar dengan nada kecewa.

Menurutnya, ketidakkonsistenan wasit dalam mengambil keputusan membuat para pemain frustrasi di lapangan.

“Saya tidak mempermasalahkan hasil pertandingan, tapi cara wasit memimpin pertandingan sangat merugikan kami,” tambahnya.

Dalam laga tersebut, Dimas Julio Pamungkas diusir wasit pada menit ke-5 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSPS. Sementara Aditya Angga Saputra, yang baru masuk di babak kedua, juga mendapat kartu merah di masa tambahan waktu (menit ke-92).

Kekurangan dua pemain membuat Persiraja kesulitan menahan gempuran PSPS hingga akhirnya kebobolan di penghujung laga. Kendati kecewa dengan hasil dan kepemimpinan wasit, Akhyar tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang bertahan hingga menit akhir.