Harga MinyaKita Naik, Disperindag Riau Minta Masyarakat Bijak Belanja

MinyaKita-di-pasar.jpg
(LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harga goreng kemasan "MinyaKita" belakangan membuat resah masyarakat karena diecerkan dengan harga diatas Rp14.000 yang merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Padahal, minyak goreng kemasan satu liter tersebut merupakan produk yang disubsidi oleh pemerintah dalam rangka mengimbangi daya beli masyarakat di tengah tingginya harga minyak goreng. Sehingga harganya dibatasi hanya sampai Rp14.000 saja per liter.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) UKM Riau Taufiq OH mengatakan, kenaikan minyak goreng subsidi ini dikarenakan adanya kelangkaan suplai. 

"Minyakita memang lagi ada masalah, suplainya kurang karena produksinya juga menurun. Kemudian permintaan banyak sehingga harganya naik," ujarnya.


Selain itu, pihaknya juga menduga ada pihak spekulan yang memanfaatkan momen tersebut.

"Ada juga dugaan spekulan bermain disini, karena hingga saat ini HET Minyakita masih Rp14 ribu per liter," jelasnya.

Untuk menyikapi hal ini, sementara ia meminta agar masyarakat lebih bijak dalam membeli. Jika harga MinyaKita menyentuh angka Rp17 ribu per liter, ia meminta agar jangan dibeli lagi. Karena harga tersebut sudah sama dengan minyak goreng merek lain yang masuk kategori minyak goreng premium.

"Kalau sampai Rp17 ribu per liter liter, itu sudah sama dengan harga minyak goreng premium. Lebih bagus beli yang premium saja, tidak usah dibeli yang MinyaKita. Atau bisa beli minyak goreng curah yang harganya lebih murah," pungkasnya.