Aktual, Independen dan Terpercaya


Kapal Pengangkut Semen Karam di Perairan Bengkalis

Evakuasi-Korban-Selamat.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/BASARNAS DUMAI)

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Upaya pencarian korban tenggelamnya kapal pengangkut semen, KM BBS II, Minggu dinihari, pagi, 27 Januari 2019, pukul 01.45 WIB, di perairan Bengkalis, tak jauh dari perairan Tanjung Jati perbatasn dengan Dumai, masih terus dilakukan hingga malam ini. 

Upaya ini dilakukan Basarnas Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai, beserta jajaran Polres Bengkalis dan TNI. Mereka berjibaku menyisir perairan pesisir tempat kejadian peristiwa.

Informasi diterima dari Kapolres Bengkalis, AKBP Yusuf Rahmanto, ia sedang berada di lokasi kejadian peristiwa guna melakukan identifikasi.

"Memang benar, tenggelamnya kapal pengangkut semen, KM BBS II, Minggu pagi tadi di perairan Bengkalis. Saat ini kita masih melakukan upaya penyisiran pesisir Laut bengkalis guna mencari korban belum ketemu," kata Kapolres Bemgakalis, saat dihubungi RIAUONLINE.CO,ID. 

Guna informasi lebih lanjut, Kapolres mengatakan, untuk menghubungi kapten Kapal Basarnas Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai, Leni Tadika. Saat dihubungi, Leni Tadika mengatakan, masih ada tiga korban dalam musibah ini tenggelamnya kapal belum diketemukan alias hilang.

Ia menceritakan, tengelamnya kapal pengangkut semen ini diketahui Basarnas setelah mendapat informasi dari Kepala Ops Tanjung Balai Karimun mengenai adanya kapal tenggelam di perairan Bengkalis sekitar pukul 01.45 WIB.

"Hingga saat ini, bersama Kapolres Bengkalis dan TNI, masih melakukan upaya pencari korban belum ditemukan," kata Leni dihubungi via telepon. 

Kapal diduga tengelam sekitar pukul 01.45 WIB, Minggu dini hari. Selanjutnya, Basarnas melakukan pencarian dengan menggunakan armada KN 218 Dumai dan KN 411.

"Hasilnya, dari penyisiran kapal pengangkut semen yang tenggelam di Perairan Bengkalis, berhasil mengevakuasi tujuh orang," ungkapnya.

Kru kapal bisa dievakuasi dengan selamat, di antaranya Kapten Kapal Haris, Mulidi Saputra Basaripu (ABK) serta Wiyo, Masinia dan selanjutnya, Fujianto (Mualim I), Hardiana Adi Jaya (Mualim II) dan Iwan (ABK) serta Ismial (krew kapal)

"Ketujuh korban kini sudah dibawa ke Dumai" Kata Leni.

Sementara untuk tiga korban belum diketemukan, kata Leni, Basarnas Dumai terus melakukan penyisiran agar ketiga korban hilang dapat diketemukan.

"Ketiga korban belum diketemukan di antaranya ABK atas nama Bakhtiar (masinis III), Budi Santoso dan Dasril (KKM). Meskipun gelombang kuat, kita terus mengupayakan agar korban segera dapat ditemukan," janjinya.