Terendam Banjir, Warga Lubuk Ramo, Kuansing, Belum Terima Bantuan

Banjir-di-Lubuk-Ramo.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, TALUKKUANTAN - Banjir tahun ini, 2017, merupakan banjir terbesar sejak 1982 yang melanda tiga desa di Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Banjir tersebut terjadi, Jumat, 3 Maret 2017 lalu. 

Walau banjir telah surut, namun hingga Senin, 6 Maret 2017, warga masih membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa air banjir yang masuk. Selain itu, kasur dan kursi basah akibat terendam banjir, mulai dibersihkan serta dikeringkan di halaman rumah warga. 

Dayat, warga Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, mengatakan, ketinggian air Jumat pekan lalu mencapai 165 sentimeter dan menenggelamkan tiga desa saling bertetanggaan. 

Baca Juga: Banjir Merendam 11 Desa Di Kuansing

"Selain itu, jalan juga terendam banjir sepanjang tiga kilometer di tiga desa tersebut. Tiga desa tersebut antara lain Lubuk Ramo, Pantai, dan Sangau. Ratusan rumah warga terendam," kata Dayat kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

Sayangnya, walau banjir sudah surut, namun hingga hari ini, tutur Dayat, belum ada satupun bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing maupun Provinsi Riau menghampiri warga. 

"Kalaupun bantuan belum tiba ke kami, tak masalah. Banjir hanya satu hari. Beda halnya jika dua hari, kami tentu akan menjerit minta bantuan ke pemerintah," kata Dayat. 

Ia menjelaskan, saat banjir tersebut, warga memang sempat mengungsi ke dataran lebih tinggi. Ada yang mengungsi ke tepi jalan dan bukit dengan menggunakan terpal sebagai pelindung dari hujan di malam hari. 

Banjir di Lubuk Ramo terjadi akibat sudah gundulnya hutan yang berada di Bukit Betabuh. Kayu-kayu telah ditebang dan warga sekitar harus menderita akibat banjir dan tanah longsor. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, banjir di Kabupaten Kuansing mengakibatkan seorang warga menderita diare, satu penyakit kulit, dan sudah diserahkan bantuan obat-obatan ke posko. 

"Untuk daerah terendam banjir di Kuansing, di Kecamatan Gunung Toar dua desa terendam banjir, Pangean 7, Kuantan Hilir Seberang 9, Inuman 9, dan Kuantan Mudik 1," kata Mimi.

Klik Juga: Inilah Daerah Di Riau Yang Terendam Banjir

Sedangkan banjir di Kuansing mengakibatkan 11 desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang dan Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing terendam.

Desa-desa tersebut, Pelukahan, Danau, Lumbok, Tanjung Pisang, Pulau Kulur, Pulau Beralo, Tanjung, Pengalian, Pelukahan, Pulau Madinah, dan Kampung Tengah. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

 

 

Inilah Daerah Di Riau Yang Terendam Banjir

RIAU ONLINE, TALUKKUANTAN - Banjir tahun ini, 2017, merupakan banjir terbesar sejak 1982 yang melanda tiga desa di Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Banjir tersebut terjadi, Jumat, 3 Maret 2017 lalu. 

Walau banjir telah surut, namun hingga Senin, 6 Maret 2017, warga masih membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa air banjir yang masuk. Selain itu, kasur dan kursi basah akibat terendam banjir, mulai dibersihkan serta dikeringkan di halaman rumah warga. 

Dayat, warga Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik, mengatakan, ketinggian air Jumat pekan lalu mencapai 165 sentimeter dan menenggelamkan tiga desa saling bertetanggaan. 

Baca Juga: Banjir Merendam 11 Desa Di Kuansing

"Selain itu, jalan juga terendam banjir sepanjang tiga kilometer di tiga desa tersebut. Tiga desa tersebut antara lain Lubuk Ramo, Pantai, dan Sangau. Ratusan rumah warga terendam," kata Dayat kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

Sayangnya, walau banjir sudah surut, namun hingga hari ini, tutur Dayat, belum ada satupun bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing maupun Provinsi Riau menghampiri warga. 

"Kalaupun bantuan belum tiba ke kami, tak masalah. Banjir hanya satu hari. Beda halnya jika dua hari, kami tentu akan menjerit minta bantuan ke pemerintah," kata Dayat. 

Ia menjelaskan, saat banjir tersebut, warga memang sempat mengungsi ke dataran lebih tinggi. Ada yang mengungsi ke tepi jalan dan bukit dengan menggunakan terpal sebagai pelindung dari hujan di malam hari. 

Banjir di Lubuk Ramo terjadi akibat sudah gundulnya hutan yang berada di Bukit Betabuh. Kayu-kayu telah ditebang dan warga sekitar harus menderita akibat banjir dan tanah longsor. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, banjir di Kabupaten Kuansing mengakibatkan seorang warga menderita diare, satu penyakit kulit, dan sudah diserahkan bantuan obat-obatan ke posko. 

"Untuk daerah terendam banjir di Kuansing, di Kecamatan Gunung Toar dua desa terendam banjir, Pangean 7, Kuantan Hilir Seberang 9, Inuman 9, dan Kuantan Mudik 1," kata Mimi.

Klik Juga: Inilah Daerah Di Riau Yang Terendam Banjir

Sedangkan banjir di Kuansing mengakibatkan 11 desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang dan Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing terendam.

Desa-desa tersebut, Pelukahan, Danau, Lumbok, Tanjung Pisang, Pulau Kulur, Pulau Beralo, Tanjung, Pengalian, Pelukahan, Pulau Madinah, dan Kampung Tengah. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

 

 

Inilah Daerah Di Riau Yang Terendam Banjir