Di Pekanbaru, Ombudsman Australia Cerita Langkah-Langkah Menangani Pelayanan Publik

Ombudsman-Australia.jpg
(Imelda)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Ombudsman Australia hadir pada Penandatangan Komitmen Bersama dan Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa, 23 April 2019.

Dalam acara tersebut Ombudsman Commenwealth yang diwakili oleh Sherlington dan Willy tersebut menyatakan kedatangan mereka dari Ombudsman Asutralia dari bidang pendidikan. Sherly menjelaskan bagaimana ia dan willy bekerja menangani laporan pelayanan yang tidak terbatas dan senantiasa memberikan pengaruh-pengaruh kepada kantor-kantor pelayanan pemerintah untuk pentingnya pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dalam menjalankan tugansya Ombudsman Australia tidak memiliki rekomendasi dari pihak pemerintah atau kedudukan yang lebih tinggi, tetapi yang dilakukan adalah dengan pendekatan dan menjalain hubungan baik, agar pemerintah melakukan pelayanan yang terbaik.

"Saya terlibat langsung dalam memberikan contoh-contoh pelayanan yang terbaik tersebut,"ujar Sherly.

Sedangkan Willy mengatakan bahwa 48 ribu laporan yang masuk setiap tahun ke Ombudsman Asutralia. namun yang bisa ditangani hanya sebanyak 6 persen saja yang diinvestigasi lalu bagaimana sisanya? ujar willy.

"Sisanya kami kembalikan kepada pemerintah,"ujarnya. Sementara bagaimana yang ingin melapor?

Menurut Willy Ombudsman Australia memliki 5 cara penanganan terhadap pelayanan publik di negara Kangguru tersebut, yakni:

1.Memberikan jaminan dengan datangnya langsung audit obudsman Australia ke instansi yang tidak melakukan pelayanan dengan baik, apakah instansi tersebut melakukan sesuai standart atau mempraktekkan pelayanan dengan baik atau tidak. Mengaudit cara mereka menerima dan melakukan laporan.

2.Melakukan edukasi atau penyuluhan. Obudsman Australia secara langsung datang ke kantor-kantor pelayanan publik dan bagaimana bisa membantu mereka dengan memberikan contoh design tentang penyelesaian masalah dan memberikan workshop bagi staf-staf pelayan publik yang berhadapan digaris depan dengan masyarakat.

3.Melakukan Deterrence atau pencegahan. Jika menemui kasus dan kasus itu sering terjadi maka diperlukan perbaikan di sistemnya. Dan jika perlu melakukan modifikasi prosedur intrenal atau kebijakan mereka.

4. Hal yang terakhir yang dilakukan jika ketiga hal diatas tidak juga bisa dilakukan, maka Obudsman Australia harus menempuh melakukan laporan ke publik. Dengan demikian akan terjadi tekanan politik. Namun hal seperti ini tidak terjadis ecara tiba-tiba dan memiliki tahapan.

5 Kelima yakni, dengan memaksa. Sebuah kasus pelayan disabilitias terjadi Australia dan hal ini meningkat signifikan dari 2016 ke 2018, yang akhirnya Obudsman Australia membentuk unit khusus untuk menangani kasus tersebut secara intensif dan melakukan penelitian dan akhirnya dapat ditemukan hal-hal yang menyebabkan kasus itu terjadi, seprti komunikasi yang tidak lancar. sisi keterampilan yang sangat senjang, waktu pelayanan yang tidak sesuai dan sebagainya.

"Semuanya itu dapat diindentifikasi dengan cepat ketika Obudsman Asutralia turun tangan secara paksa terhadap kasus-kasus yang mebutuhkan penanganan khusus tersebut,Ujar Sherly. (imelda Vinolia)