Aktual, Independen dan Terpercaya


Klaim Perolehan Kursi di Riau Meleset, Ini Penjelasan PKS

Pipres-PKS.jpg
(Sigit)

RIAUONLINE, PEKANBARU - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau mengakui klaim yang mereka sampaikan terkait perolehan suara pada Pileg 2019 cukup berbeda dengan hasil pleno di segala tingkatan KPU.

Ketua DPW PKS Riau Hendry Munief mengatakan pasca kabar perolehan PKS tersebar, pihaknya seharusnya bisa mengawal secara intentsif guna mengantisipasi adanya kecurangan.

"Dalam mengawal suara memang harus intensif, kalau daerah yang basis kita kuat seperti Pekanbaru dan Bengkalis, itu bisa kawal dengan baik," ujarnya, Jumat, 10 Mei 2019.

Namun di daerah yang PKS tidak terlalu kuat, diakui Hendry memang ada sejumlah laporan terkait adanya beberapa hal yang merugikan pihaknya.

"Kita baru paham bahwa kader kita harus lebih kuat lagi, perlu nafas yang lebih panjang, karena kita harus menghadapi situasi ini," ulasnya.

Pun begitu, Hendry tidak mempermasalahkan apabila sejumlah pihak menuding PKS asal ngomong atau mabuk terkait klaim yang mereka sampaikan beberapa waktu lalu itu.

"Ini fenomena yang harus kita pahami, tak masalah ada yang bilang kita asal ngomong, tapi kita punya dasar, ada perhitungan sendiri. InsyaAllah kita bisa pertanggungjawabkan itu," jelasnya.

Lebih jauh, Hendry tidak ingin membuat polemik dengan asal tuduh, pihaknya lebih memilih mengumpulkan bukti-bukti terkait adanya perbedaan suara sepeti yang dilaporkan oleh jajarannya.

"Sekarang kita sedang mencari bagaimana posisi kita sebenarnya, memang ada beberapa laporan, tapi kita kumpulkan bukti dulu, karena tidak bisa asal tuduh. Kalau bukti itu jumpa, akan kita tempuh di MK, InsyaAllah yang kita sampaikan itu benar," tuturnya.

Hendry menambahkan, proses demokrasi di Indonesia sangat panjang sehingga potensi-potensi penggelembungan suara bisa saja terjadi terutama dari tingkat PPS ke PPK.

"PPK di Riau kan cukup banyak, jadi kita butuh nafas yang panjang karena ini pekerjaan yang sangat dahsyat sekali, kita akhirnya mengerti bahwa kader kita harus diperkuat lagi sampai ke pelosok," pungkasnya.

Meskipun begitu, Hendry menyatakan pihaknya sangat menghargai pleno yang sudah dilakukan di segala tingkatan KPU hingga tingkat provinsi hari ini.

"Pada dasarnya kita menghargai proses pleno KPU. Memang agak berbeda dengan kita, tapi yang pasti kita mengalami peningkatan kursi yang cukup signifikan," tutupnya.

Untuk diketahui, saat ini berdasarkan perhitungan KPU, PKS berhasil meraih 7 kursi di DPRD Riau dari sebelumnya 3 kursi, kemudian tingkat kabupaten dari 26 sekarang menjadi 50 dan di DPR RI dari 1 menjadi 2.