Awalnya 12 Bulan, Dikurangi 9 Bulan, Lalu Tunjangan Guru Dihapuskan Firdaus

Demo-Guru-Tuntut-Jangan-DIhapuskan-TPP.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/SIGIT EKA YUNANDA)

Laporan: SIGIT EKA YUNANDA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ribuan guru mengenakan batik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memadati kawasan jalan depan kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru berunjuk rasa memprotes dihapuskannya Tunjangan Pokok Pegawai (TPP) guru. 
 
Guru-guru tersebut merupakan guru TK, SD, SMP se-Pekanbaru. Para Umra Bakri ini menuntut kebijakan dikembalikannya TPP yang dihapus Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.
 
"Tunjangan kami dikurangi awalnya 12 bulan, lalu dikurangi jadi 9 bulan. Lama-kelamaan hilang. Satu tahun itu 12 bulan, bukan 9 bulan," ujar seorang guru menolak disebut namanya.
 
"Selain pengurangan bulan, jumlah uangnya juga dikurangi. Dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 800 ribu. Malah lebih banyak non-sertifikasi" ujar ibu guru lain. 
 
Mereka menilai, kurangnya APBD sebagai alasan penghapusan tunjangan tersebut tidak masuk akal sebab tunjangan pejabat lain malah naik. Menindaklanjuti hal tersebut akan segera dilakukan rapat koordinasi dengan WalikotaJum'at 8.30 akan mengadakan pertemuan guna menindaklanjuti tuntutan tersebut.