Belum Kantongi SLO, RSUD Selasih Operasikan Genset Tegangan Tinggi

Genset-di-rsud-selasih.jpg
(ISTIMEWA)


RIAU ONLINE, PELALAWAN - Dua unit Generator Set (Genset) bertegangan tinggi dioperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di lingkungan rumah sakit, dua unit genset yang dioperasikan bertegangan 300 Kilovolt Amper (KVA) dan sekitar 500 KVA.

Kedua genset tersebut dipasang di kanan gedung RSUD atau berdekatan dengan instalasi air, yang tampak dari tepi Jalan Hangtuah SP 6 Desa Makmur, Pangkalan Kerinci.

Namun, menurut salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, genset tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Operasinya (SLO) sehingga cukup membahayakan.

"Sampai sekarang belum ada Sertifikat Laik Operasinya (SLO). Padahal sudah bertahun-tahun digunakan," terangnya, Rabu, 31 Oktober 2018.

Untuk diketahui, SLO yang dikeluarkan oleh badan independen bersertifikasi, dibutuhkan untuk keamanan dan kenyamanan pemakaian pembangkit listrik bertegangan tinggi. Termasuk penggunaan instalasi serta jaringan yang sesuai dengan standarisasinya.

Sesuai Undang-Undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan pasal 44 menyebutkan instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki SLO. Genset di atas 200 KVA harus mengantongi SLO sebelum digunakan oleh pemiliknya baik swasta, perorangan, maupun instansi pemerintah.

Sementara, Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dr Zul Anwar, membenarkan pihaknya belum mengantongi SLO atas penggunaan dua unit Genset bertegangan 300 dan 500 KVA tersebut. Dikatakan dr Zul Anwar, SLO tengah dalam pengurusan di badan independen di Pekanbaru.

"Memang belum, sekarang sedang diurus. Kamikan masih baru di RSUD. Jadi sembari melengkapi apa yang kurang-kurang dari manajemen sebelumnya, termasuk SLO ini," kata Zul Anwar kepada tribunpelalawan.com, Rabu (31/10/2018).

Zul Anwar menerangkan, pihaknya akan membenahi seluruh kekurangan yang ada di RSUD, termasuk izin-izin yang belum diurus oleh direktur sebelum dirinya. Seperti kelistrikan hingga ketersediaan air, menjadi kebutuhan utama rumah sakit.

Ia mengakui jika Genset di atas 200 KVS harus memiliki sertifikat layak operasi dan mengetahui undang-undang yang mengatur penggunaan pembangkit litrik itu.

Zul Anwar menyebutkan telah menganggarkan dana untuk pengurusan SLO, namun ia tak bisa memastikan SLO tersebut untuk genset yang mana.

"Kita jug tak mau instansi pemerintah tak ada izin. Anggaran sudah ada, tapi apakah untuk keduanya atau satu saja. Pelan-pelan akan kita benahi," tandasnya. (****)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline 

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id