Potensi Riau untuk Indonesia, Tapi Rakyat Tak Menikmati, ini Penjelasan Moenek!

Majelis-Bincang-Riau.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Meskipun saat ini Riau sudah begitu banyak memberikan seluruh potensinya untuk Indonesia. Sangat disayangkannya, rupanya tidak berimbas kepada masyarakatnya.

Pernyataan ini disampaikan tokoh masyarakat Riau, Mardianto Manan dalam acara pertemuan Majelis Bincang Riau dan Melayu, Sabtu, 27 Oktober 2018.

"Seluruh yang kita berikan untuk Indonesia ini jangan dipandang sebelah mata. Fakta di lapangan bahwa kemiskinan di Riau menggurita. Riau seakan-akan dianggap tidak ada apa-apanya," katanya.

Sementara itu, mantan ketua DPRD Riau, drh. Chaidir menilai bahwa arahan dan petunjuk dari pemerintah pusat banyak yang tidak sesuai dari apa yang diharapkan oleh rakyat Riau.

"Untuk aturan formal sudah bagus. Tapi banyak yang salah urus. Implementasinya sangat jauh," jelasnya.

Sedangkan dimata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menilai bahwa kekuarangan yang kini mereka rasakan itu akan mereka jadikan batu loncatan untuk terus menggali lagi potensi yang ada termasuk SDA milik mereka demi kemakmuran masyarakatnya.

"Kami akan terus menggali potensi seperti hutan, perkebunan sawit, migas dan lainnya melalui proses demokrasi yang akan datang. Agar Riau mampu bangkit maju dan sejahtera," jelasnya.

Menjawab pertanyaan itu semua, Sahmendagri Bid. Aparatur dan Pelayanan publik Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek menyadari penderitaan Riau.
Terlebih karena selama ini bergantung dengan kehadiran dari APBD, namun saat ini harus banting stir.

Mengikuti yang dilakukan oleh kepala Daerah di Provinsi DKI Jakarta, yang memanfaatkan kehadiran dari pihak ketiga untuk membangun infrastruktur, juga sama sekali tidak dilakukan oleh Pemprov Riau.

"Jadi yang harus dilakukan oleh Riau itu harus meningkatkan skema pendanaan, dengan tidak lagi bergantung kepada APBD. Karena uang itu tersedia pada dunia usaha. Kalau membangun daerah menggunakan konsen APBD akan berat," jelasnya.

"Kalau menggunakan swasta maka Pemda terbebas dari apapun dan tentu akan menjadi milik daerah," tutupnya.

 Pagi tadi, Sabtu 27 Oktober 2018, Majelis Bincang Riau dari Melayu untuk Indonesia memulai seminar dan diskusi panel, dengan tema “Mengungkapkan Asa Daerah, Menggugah Kearifan dan Keberpihakan Pusat”, di Gedung Daerah Pekanbaru.

Selain tokoh-tokoh masyarakat, pihak juga mengundang ketua tim kampanye nasional untuk Riau, baik dari pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, maupun pasangan nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua penyelenggara kegiatan, Muhammad Herwan, menjelaskan, pihaknya mengundang kedua tim kampanye dua capres dan cawapres. Hal ini untuk mendengarkan langsung keseriusan capres merangkum aspirasi dan rekomendasi dari berbagai komponen masyarakat Riau.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id