Tokoh Minang-Riau Ini Sebut Sandiaga Uno Tak Dikenal di Riau. Tapi...

sandiaga-uno.jpg
(WowKeren.com)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Salah seorang tokoh suku Minang kelahiran Riau, A.Z Fachri Yasin mengatakan meski Sandiaga Uno telah dikenal sebagai pengusaha sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini dipilih untuk menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto, namun kiprahnya tidak banyak terekam di tanah kelahirannya, Riau.

Selain memantau langsung perkembangan dari sosok pengusaha ini, Fachri mengaku mengenal sosok kelahiran Rumbai, Pekanbaru itu dari rekam jejak sampai menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Sayangnya, Sandiaga Uno kurang turun ke Riau. Masyarakat kenal dia hanya berasal dari Riau dan pernah tinggal di Rumbai. Kemudian orangtuanya yang pernah bekerja di Caltex. Selebihnya tidak ada," ucapnya melalui sambungan telepon, Jumat, 10 Agustus 2018.

Baca Juga Tampan dan Mapan, Sandiaga Uno Digandrungi Kaum Hawa Milleneal

Meskipun tak begitu dikenal oleh masyarakat Riau, kehadirannya yang kini disandingkan oleh Prabowo perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat Riau.

"Tentunya kelahiran Sandiaga Uno ini harus dihargai. Bagaimanapun juga ketika kita berbicara masalah wakil presiden, tentu orang juga mengatakan soal beliau," jelasnya.

Selain itu, Fachri memastikan Sandiaga Uno juga memiliki hubungan emosional dan kedekatan dengan Provinsi Riau. Sehingga sudah seharusnya mendapatkan dukungan dari penduduk Riau.

"Seperti misalnya saya ini. Walaupun saya orang Minang yang lahir di Tanjung Pinang dan lama di Pekanbaru, tapi tetap memiliki hubungan emosional dengan tanah kelahiran saya," tandasnya.

Klik Juga Sandiaga Uno, Pria Kelahiran Pekanbaru Bakal Jadi Cawapres Prabowo

"Caranya hubungan emosional itu perlu didekatkan. Bukan dia, tapi kita, masyarakat Riau terhadap dia," jelasnya.

"Sekarang ini jika kita telah mendapatkan dukungan apakah nanti justru pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada kita? Karena apa, kalau mendukungnya tentu ada sesuatu yang diharapkan. Pikir juga, negara ini kan tidak hanya sebatas presiden dan wakilnya," tutupnya.