Aktual, Independen dan Terpercaya


Inilah Bangunan SMAN 1 yang Bakal Jadi Cagar Budaya Kota Pekanbaru

Wakil-Kurikulum-SMA-1-Negeri-Pekanbaru-Baini.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wakil Kurikulum SMA 1 Negeri Pekanbaru, Baini menyebutkan bahwa bangunan lama yang berbentuk huruf U bersebelahan dengan gedung bertingkat, dipilih sebagai salah satu cagar budaya yang nantinya akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

Menurutnya, bangunan tersebut sampai saat ini kondisinya masih tetap dipertahankan, kokoh berdiri, dimana posisinya tepat berada di depan sekolahan ini.

"Namanya yang sering kami sebut ialah letter U yang sampai saat ini masih kami pergunakan untuk proses belajar mengajar," katanya di halaman sekolahnya, Rabu, 18 April 2018.

Tambahnya dua ruangan bersejarah itu saat ini mereka jadikan sebagai ruangan komputer untuk siswa yang nantinya akan menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kemudian juga dijadikan sebagai ruang untuk kepala sekolah.

"Ada enam ruangan di depan ini. Dua ruangan dijadikan untuk ujian online kemudian di sebelahnya ruang tata usaha hingga ruangan kepala sekolah," jelasnya.

Ada pula ruangan multimedia yang disulap untuk ruang operator dan rapat kemudian kembali dijadikan sebagai ruang komputer dan delapan ruang lainnya untuk proses belajar mengajar.

Baini kembali menuturkan bahwa semenjak didirikan pada 1 Agustus 1955, bentuk dan corak masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Termasuk warna hingga beberapa interior lainnya.

Baca Juga Wah... SMA Pertama di Pekanbaru Ini Bakal Jadi Cagar Budaya

"Sampai hari ini hampir tidak ada yang berubah. Kecuali atap dan lantainya. Kalau atap kemarin ada permintaan dari pemerintah untuk menyamakan dengan bangunan lain yang memiliki ketinggian. Agar tidak merubah bentuk bangunan, maka kami rubah atapnya saja," imbuhnya.

Sementara untuk lantainya mereka ganti dengan menggunakan ubin yang terbuat dari bahan batu yang semula berbahan semen.

"Untuk lantainya kami rubah di tahun 1998 dengan keramik yang dulu modelnya semen berbentuk kotak-kotak. Cuma ada tambahan sedikit ada tiang yang sudah lapuk di bawah itu sekarang kami tutup menggunakan batu," katanya sambil menunjuk.

Salah satu tim ahli cagar budaya Riau, Agus Tri Mulyono menuturkan bahwa sekolah yang lebih dikenal dengan sebutan SMAN SA ini telah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai salah satu cagar budaya.

"Bangunan sekolah ini diduga dapat ditetapkan sebagai cagar budaya karena telah memenuhi beberapa unsur. Awalnya saya tak yakin. Tetapi setelah melihat, saya yakin sekolah ini diduga dapat dijadikan cagar budaya," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id