Aktual, Independen dan Terpercaya


Subhanallah.. Fisiknya Tak Sempurna, Tapi Rela Tak Dibayar Demi Atur Lalu Lintas

Supardi-pengatur-lalu-lintas.jpg
(BOOMBASTIS.COM)

RIAUONLINE - Supardi bukan pria yang sempurna. Kecelakaan membuatnya terpaksa merelakan kakinya untuk diamputasi. Dia harus berjuang keras demi bertahan hidup. Uniknya, Supardi rela berkorban demi kenyamanan orang lain meski fisiknya tak memungkinkan.

Dulu, Supardi itu adalah seorang kondektur bus hingga kecelakaan menimpanya saat bekerja. Supardi sempat menyerah, namun butuh waktu lama untuk memulihkan semangatnya lagi. Supardi sempat beberapa lama tidak bekerja, tapi ia tidak mau mengemis atau meminta-minta. Bahkan, ia ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang di sekitarnya meski hanya menjadi relawan pengatur lalu lintas.

(BOOMBASTIS)

Saat melakukan kegiatannya, warga Tangerang itu seringkali mendapat perlakuan buruk. Dari yang nyelonong saat diatur hingga perkataan kasar dari pengendara. Namun baginya, itu seperti bumbu dalam kehidupannya, seperti dilansir dari Boombastis.

(BOOMBASTIS)

Menjadi seorang relawan artinya bersedia mengabdi meski tidak mendapat bayaran sepeser pun. Pardi tidak menerima bayaran dari siapapun, namun terkadang beberapa pengendara memberi uang seadanya sebagai ucapan terimakasih.

Supardi mengaku ikhlas mengabdikan dirinya untuk memberikan kenyamanan kepada pengendara. Baginya, hanya dengan menjadi seorang penjaga lalu lintas ia merasa bermanfaaat di tengah masyarakat. Namun tak jarang, Supardi mendapat rejeki saat di jalan raya.

Menurutnya, lebih baik seperti itu daripada harus meminta-minta seperti disabilitas lainnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline