Aktual, Independen dan Terpercaya


Inilah "Induk dari Segala Bom" yang Digunakan AS Hantam ISIS di Afganistan

MOAB.jpg
(KOMPAS/US AIR FORCE/AFP)

RIAUONLINE - Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), yang kerap disebut "induk dari segala bom", bom yang digunakan Amerika Serikat untuk menghantam posisi ISIS di di Provinsi Nangarhar, Afganistan. MOAB menjadi bom non-nuklir terbesar yang pertama kali dijatuhkan AS yang pernah ada di provinsi itu.

Lalu, sedahsyat apakah MOAB, yang dipelesetkan sebagai Mother of All Bombs itu?

Dengan bobot lebih dari 10.000 kilogram atau 10 ton, MOAB mengandung 8.194 kilogram bahan peledak di dalamnya. Ledakan MOAB mencapai 11 ton TNT dengan radius ledakan mencapai lebih dari 1,5 kilometer.

Selama lebih dari satu dekade, MOAB sudah disimpan di gudang persenjataan militer AS, meski baru digunakan di Afghanistan, seperti dilansir dari KOMPAS.COM.

Pada 2007, Rusia menciptakan pesaing MOAB yang dijuluki "Ayah dari segala bom" dan dianggap sebagai bom non-nuklir terdahsyat saat ini.

MOAB merupakan bom berpemandu yang bisa mengenai sasarannya dengan akurasi nyaris sempurna. Namun, bom ini harus dijatuhkan dengan menggunakan parasut dsri pesawat Hercules C-130.

Biasa MOAB dijatuhkan ke sasaran yang lebih "empuk" seperti gua ketimbang ke sasaran berupa infrastruktur pertahanan semacam bunker. Dan ketika dijatuhkan ke atas sistem terowongan, MOAB akan menghasilkan guncangan yang mampu menghancurkan seluruh sistem terowongan.

Menurut Bill Rogio, dari lembaga riste Foundation of Defence for Democracies, MOAB pada dasarnya bekerja dengan mengisap seluruh oksigen dan memicu munculnya api. MOAB, lanjutnya, digunakan untuk menembus area yang tak mampu dilakukan bom konvensional.

Pada 2002, MOAB untuk pertama kalinya diuji coba di pangkalan udara Eglin, Florida. Kemudian, bom itu dibawa ke Irak di masa awal konflik di negara itu, tapi tak pernah digunakan.

MOAB dirancang untuk operasi-operasi psikologis. Efek ledakannya sangat dahsyat sehingga diharapkan membuat pasukan Saddam Hussein ketakutan dan akhirnya menyerah. Sebuah video uji coba MOAB di Eglin dirilis untuk publik sebagai upaya untuk menakut-nakuti pasukan Irak.

Bom ini diproduksi sebagai pengganti bom BLU-82 "Daisy Cutter" yang digunakan dalam Perang Vietnam. Akan tetapi juga sempat digunakan dalam konflik Afghanistan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline