Aktual, Independen dan Terpercaya

Begini Program Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau Diusung Pasangan Defi Warman

Debat-Publik-Pilwako-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDI FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pasangan kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Herman Nazar dan Defi Warman akan menganggarkan sebanyak Rp500 miliar lebih dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru untuk pengentasan masalah pendidikan di Kota Pekanbaru.

Dengan angka sebesar itu, Herman meyakini bahwa masalah pendidikan dapat segera terselesaikan dan menghapus angka buta huruf di Pekanbaru. Bahkan ia memprediksi pemerintah dapat membiayai seluruh anak warga Pekanbaru hingga jenjang pendidikan SMA sederajat.

"Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah bukan hanya dapat membiayai sekolahnya saja, tapi keperluan sekolah lainnya seperti buku dan seragam sekolah," kata Herman, Minggu, 5 Februari 2017.

Baca Juga: Syahril Dan Herman Nazar Serang Firdaus Soal Kota Madani Serta Sampah

Menurut Herman, masalah pendidikan merupakan sumber masalah sekaligus penyelesaian dari masalah sosial yang ada di masyarakat. Pendidikan yang terjangkau dan berkualitas merupakan salah satu program andalan yang akan diusung pasangan independen ini.

Perbaikan pendidikan terjangkau yang murah, membuat semua anak bisa mengakses pendidikan minimal hingga tingkat menengah pertama, sesuai dengan kebijakan pendidikan minimum 9 tahun.

"Jika kita terpilih, Kita bisa menjadikan Pekanbaru kembali sebagai pusat perekonomian yang mmaju dan bergerak dengan pembentukan kualitas-kualitas manusianya," imbuh Herman yang dulu pernah menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru.

Klik Juga: Soal Sampah, Herman: Saya Percaya Ke Anak Buah, Firdaus Justru Kontraktor

Pendidikan yang masih rendah di Pekanbaru, merupakan salah satu alasan mengapa Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat Pekanbaru menjadi daerah dengan penduduk paling miskin di Riau. Hal ini menurut Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom disebabkan oleh banyaknya perpindahan masyarakat miskin desa ke kota.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline