Pendapatan Retribusi Pekanbaru Hanya Capai 19,3 Persen Tahun 2016 ini

Anggaran.jpg
(INTERNET)
ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru pada tahun 2016 ini gagal mencapai target serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. Capaian yang didapat oleh Pemko Pekanbaru hingga pekan terakhir 2016 ini hanya mencapai Rp47,2 miliar atau hanya 19,3 persen saja dari target.

 

Sekretaris Dinas Pendapatan Kota Pekanbaru, Kendi Harahap mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan PAD dari sektor retribusi pada tahun 2016 ini mencapai Rp243,7 miliar.

 

"Sampai sekarang, angkanya tak bergerak menyentuh angka 20 persen. Ini sangat rendah memang," kata Kendi, Rabu, 28 Desember 2016.

 

Berdasarkan penghitungan terakhir pada 15 Desember lalu, uang masuk dari retribusi hanya Rp47,2 miliar, padahal tahun 2015 lalu capaiannya sebesar Rp77,1 miliar.

Baca Juga: Silpa Riau Tahun 2016 Masih Tinggi

 

Angka capaian tahun 2015 lalu juga terhitung jauh di bawah target yang diharapkan oleh Pemko Pekanbaru. Namun nyatanya tahun 2016 keadaan PAD dari sektor retribusi bukan malah membaik, namun makin turun.

 

Alasannya, pihak Pemko mencatat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada tak mencapai target yang dipatok. Sehingga hal tersebut berdampak secara menyeluruh pada pendapatan daerah.

 

Realisasi terendah ada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yaitu sebesar Rp1,8 miliar atau 5,4 persen, disusul Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebesar 13,93 persen serta Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPT-PM) sebesar 18 persen. Selanjutnya, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) realisasinya telah mencapai 26,01 persen.

Klik Juga: BPBD Riau Minta Rp 12 Miliar Pemadaman Karhutla

 

"Untuk SKPD lainnya masih berkisar sekitaran 7 persen. Jadi tak ada yang bisa sampai tatget pada tahun ini," imbuhnya.

 

Pajak retribusi parkir sendiri menjadi salah satu sektor pendapatan yang hingga kini masih tak berjalan maksimal. Di lapangan, jumlah petugas parkir gadungan sangat banyak sehingga upah yang dibayarkan oleh masyarakat yang seharusnya masuk pada PAD, jadi lesap oleh oknum juru parkir liar tersebut.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline