Kelompok Bersenjata Penggal Wanita Berbelanja Tanpa Suami

Wanita-Afghanistan.jpg
(EXPRESS/GETTY)
ombudsman

RIAU ONLINE - Seorang wanita dipenggal oleh sekelompok orang bersenjata di Afghanistan karena memasuki kota untuk berbelanja tanpa suami.

 

Tindakan kejam itu terjadi di desa terpencil di Latti, Provinsi Sa-er-Pul yang masih berada di bawah kekuasan Taliban

 

Para wanita hidup dengan aturan ketat yang dibuat Taliban, diantaranya melarang wanita meninggalkan rumah tanpa saudara laki-laki. Taliban juga melarang wanita untuk bekerja atau mengenyam pendidikan dan dipaksa untuk mengenakan burqa.

 

Pada Senin, 26 Desember 2016 lalu, wanita 30 tahun itu meninggalkan rumah sendirian dan dianggap telah melanggar aturan hukum Taliban. Wanita itu kemudian disergap oleh sekelompok orang di jalan, sebelum diserang hingga akhirnya dipenggal.

Baca Juga: ISIS Tawarkan 1 Juta Dolar AS Bagi yang Bisa Bunuh Gadis Ini

 

Dilansir dari Express, juru bicara Gubernur Provinsi Sa-er-Pul, Zabiullah Amani telah membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan kemungkinan kelompok bersenjata tersebut terkait dengan Taliban. Namun, Taliban menolak keterlibatannya dalam serangan tersebut.

 

Insiden mengerikan ini merupakan yang pertama sejak serangkaian serangan kekerasan terhadap perempuan terjadi beberapa bulan terakhir di Afghanistan.

 

Meski pemerintah Afghanistan telah menggulingkan rezim Taliban sejak 2001, perempuan Afghanistan hingga kini masih menderita akibat kekerasan dan penindasan di bawah aturan kejam Taliban.

 

Selama delapan bulan pertama 2016, telah tercatat lebih dari 3.700 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Afghanistan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline