Aktual, Independen dan Terpercaya

Astaga, 306 Ibu Rumah Tangga di Riau Terjangkit HIV-AIDS

Ilustrasi-HIV2.jpg
(PENYAKIT HIV AIDS.COM)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril mengatakan penyebaran penyakit HIV dan Aids di Riau belakangan makin mudah menyebar pada masyarakat umum. Tak lagi terkonsentrasi pada orang-orang tertentu saja.

 

Jika dulunya penyakit menular ini hanya pada orang yang memiliki pergaulan tak terikat pada norma seperti pekerja seks komersial atau pemakai narkoba, kini penyebarannya sudah meningkat pada ibu rumah tangga.

 

"Tahun 2016 ini, penderita HIV dan Aids dari ibu rumah tangga sudah berada pada urutan kedua setelah wiraswasta. Ini sangat mengkhawatirkan sekali," kata Andra ketika diwawancarai, Rabu, 21 Desember 2016.

Baca Juga: Jumlah Penderita HIV di Bengkalis Meningkat di Tahun 2015

 

Hingga Desember 2016, jumlah penderita dari ibu rumah tangga sudah mencapai 306 di seluruh Riau dan terus meningkat jika pencegahan tak dilakukan.

 

Kesemuanya harus menjalani perawatan rutin paling tidak dengan meminum obat peredam penyebaran secara rutin setiap hari. "Jika tak dilakukan, penyebaran akan menjadi cepat," ujarnya.

 

Peningkatan rasio penyebaran HIV dan Aids pada ibu rumah tangga menurutnya sangat fatal dan beresiko pada tatanan kesehatan masyarakat umumnya. Sebab, ibu rumah tangga menjadi media penyalur paling poros baik pada suami, anak serta janinnya yang kemudian terus menyebar.

 

Untuk itu, Diskes Riau pada peringatan Hari Aids sedunia menggelar seminar pencegahan yang ditujukan kepada perempuan, lembaga perempuan serta mahasiswa yang memiliki konsentrasi pada isu perempuan dan anak.

Klik Juga: Penderita HIV/Aids dari Kelompok Ibu Rumah Tangga Tinggi

 

"Kita memberikan pemahaman sebagai bentuk upaya pemerintah melakukan pencegahan penyebaran HIV dan Aids pada anak dan perempuan. Karena dua golongan ini adalah paling rentan terkena," terang Andra.

 

Harapannya, pemahaman yang intens diberikan pada masyarakat ini dapat menekan penyebaran penyakit menular yang berbahaya ini pada lingkungan terdekat. Terutama pada keluarga inti.

 

"Meski tiap tahun ada penderita baru, kecenderungannya setiap tahun terus ada penurunan. Ini juga peran aktif masyarakat yang sudah mulai sadar," urainya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline