Aktual, Independen dan Terpercaya

Kritik Pilu Veteran di Riau Pada 71 Tahun Hari Pahlawan

Veteran-Adi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Peringatan Hari Pahlawan ke 71 tahun yang jatuh pada Kamis, 10 November 2016 ini, masih menyisakan cerita pilu dari veteran pejuang kemerdekaan Riau yang menilai kurangnya kepedulian pemerintah terhadap mereka.

 

Salah satu veteran yang RIAUONLINE.CO.ID temui bernama Adi Nainin yang hadir dalam upacara peringatan hari pahlawan di kantor Walikota Pekanbaru pagi tadi. Menurut kakek berusia 88 tahun ini pemerintah sangat kurang memandang penghargaan veteran sebagai sebuah tanggung jawab kepemimpinan pemerintah.

 

Adi berujar bahwa dirinya hanya dipanggil dan merasa dihormati hanya ketika hari kemerdekaan dan pahlawan saja. Selain itu mereka seolah tak menganggap keberadaan mereka sebagai golongan yang memperjuangkan kedaulatan wilayah Indonesia.

"Kita hanya dipanggil ketika hari besar saja," katanya singkat dengan payah berucap dengan umur yang hampir menginjak 9 dekade.

 

Ia bercerita bahwa dulunya ia adalah tentara tahun 1945 di Sumatera Barat yang ikut bergerilya menumpah penjajah Belanda dan Jepang. Lalu setelah merdeka, Ia pindah ke Pekanbaru sekitar tahun 1970 dan berdagang. Meski veteran, ia tak diberikan keistimewaan atau penghargaan oleh pemerintah ketika itu.

Baca Juga: Gubri: Tabur Bunga Upaya Kenang Pahlawan

 

"Waktu itu saya keliling jualan kursi rotan dan tak ada pemerintah yang ingat sama kami," kenangnya.

 

Baru belakangan tahun ini kondisi mulai berubah. Beberapa tahun belakangan, pemerintah mulai memberikan perhatian bagi veteran yang jumlahnya tak lagi banyak karena mulai banyak yang meningal dimakan usia.

 

Adi menyebut ia hanya mendapat bantuan setiap bulan dari Pemerintah Pusat. "Itu bantuan dari pensiunan veteran dan pensiunan tentara. Kalau dari Pemerintah Kota tidak ada apa-apa. Kalau dirata-ratakan, satu bulan saya dapat Rp3,5 juta," sebutnya lirih.

 

Dengan mengenakan batik veteran berwarna kuning, celana berwarna krim, sepatu pantopel tua yang menunjukkan umur pemiliknya, Adi berharap pemimpin mau terus berbenah atas segala perbaikan negara. Ia juga berharap banyak bahwa ia beserta rekan-rekan veteran lainnya diberikan perhatian lebih mengingat umur mereka yang semakin senja.

Klik Juga: Gubri: Generasi Penerus Bangsa, Tiru Semangat Pahlawan

 

"Siapapun pemimpin nanti kami cuma berharap ada pebghargaan kepada veteran. Itu saja," ujarnya berharap.

 

Adi yang kini tinggal di Jalan Melati bersama lima anaknya ini mengatakan, ia menerima bantuan dari Pemerintah Kota hanya saat peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan Hari Pahlawan 10 November seperti saat ini.

 

Meski begitu, Adi mengaku bersyukur dan berterima kasih terhadap penghormatan yang diberikan Pemerintah Kota kepadanya dan veteran lainnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline