Aktual, Independen dan Terpercaya

Harga Komoditas Perkebunan Picu Melemahnya Daya Beli Masyarakat Riau

Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Bumi Lancang Kuning pada Triwulan ketiga 2016 mengalami penurunan menjadi 106,03 atau turun 3,78 dari triwulan sebelumnya 109,81.

 

Meski terjadi penurunan, Kepala BPS Riau, Aden Gultom menuturkan, angka tersebut masih menunjukkan kondisi ekonomi konsumen tetap optimis, namun tidak lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.

 

"Optimisme konsumen tercermin di setiap komponen pembentuk ITK triwulan ini, terutama pada tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan mengalami penurunan mencapai 115,51. Tingkat optimismenya memang jadi melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencpai sebesar 121,70," kata Aden Gultom di ruangannya, 7 November 2016.

 

Baca Juga: Jalan Rusak Gara-gara Tonase Berlebih Bikin Gubri Dilema

 

Selain itu, kata Aden, turunnya optimisme ITK triwulan ini juga disebabkan indeks pendapatan rumah tangga 100,66 dan indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi sebesar 108,66.

 

Komponen tingkat konsumsi rumah tangga optimis baik pada komunitas kelompok makanan maupun kelompok makanan peningkatan konsumsi makanan terjadi pada komoditas bahan makanan sebesar 129,87 dan komoditas makanan jadi di restoran atau rumah makan sebesar 122,39.

 

Tingkat konsumsi non makanan juga optimis pada bulan ini sebesar 112,48 index ini didukung hampir semua komoditas pembentuknya seperti konsumsi untuk pakaian sebesar 133,89. Kemudian pendidikan 124,26 transportasi sebesar 102 1,32 pembelian pulsa HP 113 koma 12 kemudian konsumsi untuk hiburan atau rekreasi sebesar 100,89 dan perawatan kecantikan maupun kesehatan sebesar 100,87 dan terakhir akomodasi sedikit ke sini tetap sebesar 92,98.

 

"Penurunan ini masih disebabkan oleh turunnya harga komoditas ekonomi utama masyarakat Riau yakni dari sektor perkebunan. Hal ini juga berdampak pada daya beli mereka. Namun angka ini masih terhitung normal," tandas Aden.

 

Klik Juga: Inilah Alasan IPW Samakan Jokowi dengan Soeharto Soal Aksi Damai 411

 

Indeks tendensi konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan BPS setiap triwulan melalui survey tendensi konsumen titik BPK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan triwulan mendatang.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline