Aktual, Independen dan Terpercaya

Jalan Rusak Gara-gara Tonase Berlebih Bikin Gubri Dilema

Gubernur-Riau-Berikan-Sambutan.jpg
(HUMAS PEMPROV RIAU FOR RIAUONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyyadjuliandi Rachman mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi Riau telah memberikan keistimewaan bagi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Riau untuk mengembangkan usaha dan investasi di Riau.

 

Bahkan gubernur yang akrab disapa Andi Rachman ini mengatakan bahwa Kadin telah diberikan karpet merah bagi Pemprov Riau yang hal tersebut tak diberikan bagi pelaku usaha lain non Kadin.

 

"Kita sudah menampung semua masukan dari Kadin. Jadi jangan bilang kita mengabaikan apa yang jadi keluhan pelaku usaha. Kadin itu sudah kita beri karpet merah," kata Andi membuka Musprov Kadin Riau ke 6, Senin, 7 November 2016.

 

Andi menjelaskan seluruh upaya pemenuhan infrastruktur yang dibutuhkan pelaku usaha terus dilakukan oleh Pemprov Riau, seperti pada pembangunan infrastruktur jalan. "Perbaikan jalan dan pembuatan jalan baru terus kita lakukan hingga kini. Dan di daerahpun tak ada satupun daerah yang tak melakukan pembangunan jalan," jelasnya.

 

Namun memang diakuinya bahwa ada beberapa daerah yang pembangunan jalannya sangat sulit dilakukan karena berada di lahan gambut sehingga jalan yang dibangun cepat sekali rusak.

Baca Juga: Juni Rachman, Ketua Kamar Dagang Indonesia Riau Terpilih Aklamasi

 

"Kalau kita lihat masalah jalan ini paling banyak kasus di daerah gambut yaitu di Tembilahan dan Rokan Hilir. Di Rohul itu sebagian bergambut," ucap politisi Partai Golkar ini.

 

Ia tak menampik bahwa masalah kerusakan juga datang dari kelebihan tonase muatan mobil perusahaan yang tak diawasi dengan baik dengan adanya jembatan-jembatan timbang yang seharusnya disediakan baik oleh perusahaan.

 

Padahal sebagai pemerintah, dirinya melalui badan yang berada di bawahnya wajib memberikan sanksi apabila ada pelaku usaha yang tak mematuhi tonase standar yang diatur oleh Dinas Perhubungan.

 

"Tapi kalau kita batasi akan membuat masalah bagi produktifitas pelaku usaha. Dan jika kita lama membiarkan juga membuat masalah bagi kerusakan jalan. Nanti akan kita bicarakan hal ini dengan pelaku usaha," pungkasnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline