Aktual, Independen dan Terpercaya


Wow, Jambore Masyarakat Gambut Akan Jadi Acara Tahunan BRG

JMG-Jambi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
ombudsman

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, JAMBI - Deputi edukasi, sosialisasi, partisipasi dan kemitraan dari Badan Restorasi Gambut (BRG), Myrna A. Safitri mengatakan bahwa Jambore Masyarakat Gambut (JMG) 2016 nasional yang terselenggara perdana di Jambi akan menjadi agenda tahunan hingga tahun 2020.

 

"Kami akan mengagendakan acara seperti ini setiap tahunnya sampai masa tugas kami berakhir yakni di tahun 2020," ucapnya saat konferensi pers di ruang utama Kantor Gubernur Jambi, Jumat, 4 November 2016.

 

Myrna menyebutkan setiap Provinsi yang menjadi prioritas untuk di restorasi seperti tuan rumah Jambi, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Provinsi Riau akan digilir untuk dapat menggelar acara JMG.

 

Karena acara ini perdana, besar harapannya bahwa acara ini menjadi ruang diskusi bagi masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun pemerintahan. "Di sana kan ada masyarakat yang akan kami ajak untuk bertukar pikiran bersama-sama juga dengan LSM lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: Ribuan Warga dari 7 Provinsi Bergambut Ikuti Jambore Masyarakat Gambut di Jambi

 

Agar upaya tersebut berjalan dengan lancar dan sukses, BRG telah menyediakan tempat-tempat yang akan mereka pergunakan, yakni di Gor Kota Baru, Jambi.‎

 

"Selain dari ruang diskusi dan dialog, kami juga menyediakan ruang pondok belajar. Itu tibanya semacam klinik dan di sana masyarakat bisa berkonsultasi apa saja, tentang pertanian bahkan sampai ke ekonomi," imbuhnya.

 

Kemudia BRG juga menyediakan panggung pentas kesenian. "Pokoknya sebelum dialog, mereka akan tampil. Meskipun saya tahu akan ada kesalahan-kesalahan dari masyarakat, itu biasa kok. Tapi poin yang pentingnya mereka akan menjadi duta bagi Provinsinya masing-masing," imbuhnya.

Klik Juga: Inilah Harapan BRG Terhadap Pelaksanaan Jambore Masyarakat Gambut di Jambi

 

Myrna yakin dan percaya bahwa masyarakat mampu menyelamatkan gambut dari kerusakan dan mampu untuk merestorasinya kembali bersama-sama.

 

"Kita percaya menyelamatkan gambut itu bisa. Ini cerminan bahwa merestorasi gambut itu bisa kita laksanakan. Jadi itu maksudnya dan gambaran besar desain acara nantinya," tutupnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline