Aktual, Independen dan Terpercaya

Inilah Adi Korban Tewas di Tangan Polisi Selat Panjang di Mata Keluarganya

Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, MERANTI - Nur Afni Aristia (26) warga gang Abadi Kelurahan Selat Panjang kota Kecamatan Tebing Tinggi, Selat Panjang, Riau yang merupakan kakak kandung dari Apri Adi Pratama (24) yang tewas di tangan Polisi saat dirinya ditangkap karena membunuh Brigadir S Adil Tambunan pada Kamis 25 Agustus 2016 lalu menceritakan saat-saat terakhir bersama adiknya itu.

 

Di rumah peninggalan mendiang ayahnya, Adi dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Alhasil, Anak kedua dari lima orang bersaudara ini menurut Afni tumbuh menjadi anak yang baik.

 

"Kami sebagai keluarga setahu saya dia anak yang baik. Kalau cekcok sama saya kakaknya ini tak pernah ada masalah," ucapnya, Kamis, 6 Oktober 2016.

 

Afni mengatakan Adi juga menyayangi saudaranya yang lain. Menurutnya Adi tidak pernah melakukan kekerasan dalam mendidik ketiga adiknya.

 

"Kalau pun Adi ada bertengkar dengan mereka (adiknya), hanya mengeluarkan suara saja. Habis itu berdamai lagi mereka. Jadi sesudah dia marah-marah, cara Adi hilangkan emosinya dengan pergi menghabiskan waktu jalan keluar menggunakan sepeda motor," ucapnya dengan logat melayu yang kental.

 

Begitu juga dengan teman-temannya. Di mata teman-temannya, Pria 24 tahun itu tidak pernah berperilaku tidak baik.

 

"Seperti teman sekantornya, satu meja makan sama dia, bahkan satu sepermainan sepak bola adek saya itu bagus. Sering mereka dibawa Adi ke rumah. Sampai akhirnya adek saya itu seperti sekarang ini, pergi ada, pulang sudah tidak ada," tutupnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline