Aktual, Independen dan Terpercaya


Inilah Kisah Pemulung yang Ingin Mushalla di Tempat Tinggalnya Berkurban

HEWAN-KURBAN.jpg
(INTERNET)
ombudsman

RIAU ONLINE - Segepok uang pecahan Rp 20 ribuan sebanyak Rp 2 juta yang diikat di dalam amplop putih lusuh dititipkan seorang pemulung kepada pria bernama Elfiyon Tanjung sebagai uang qurban.

 

Saat itu Elfiyon baru saja sampai di rumah Pak RT di Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, kemudian langsung disodorkan uang oleh Ibu Sri.

 

Elfiyon mengaku tidak mengenal Ibu Sri dan tidak pernah bertemu sebelumnya. Ternyata, kata Elfiyon, Ibu Sri adalah seorang pemulung sampah dan barang bekas.

 

"Uang qurban ini bagi kita mungkin cukup besar, saking besarnya harus berfikir apakah qurban tahun ini atau tahun depan," kata Elfiyon, melalui akun Facebook pribadinya, Rabu, 7 September 2016.

 

Setelah diselidiki, kata Elfiyon, Ibu Sri sangat ingin sekali Mushalla di tempat tinggalnya ikut berqurban tahun ini. Namun, lanjutnya, hingga saat ini masyarakat yang hendak berqurban sangat minim dan nyaris tidak cukup untuk lebih dari 300 kepala keluarga di RW tersebut.

 

Menurutnya, dalam keterbatasan ekonomi akan banyak godaan yang muncul ketika hendak berkurban, namun Ibu Sri tetap melanjutkan niatnya dengan mempercayakan pada Lembaga Laziz Mitra Ummat Madani padang melalui Program Mitra Qurban.

 

Elfiyon mengatakan Melalui Mitra Ummat Madani, pihaknya bertekad untuk membantu mewujudkan niat mulia Ibu Sri.

 

"Dan Alhamdulillah melalui Mitra Ummat sudah ada 4 orang pequrban, masih dibuka untuk 3 orang lagi di lokasi umumnya dihuni kalangan dhuafa ini," kata dia.

 

Niat mulia Ibu Sri memberikan semangat berqurban untuk warga lainnya. Ibu Sri membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi niat berbagi pada sesama.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline 

 

Sumber: Facebook Elfiyon Tanjung