Prajurit TNI Hilang saat Padamkan Karhutla di Rohil, Warga: Daerah Karhutla Angker

ombudsman

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Seorang Anggota TNI Pratu Wahyudi hilang saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rokan Hilir, pada 18 Agustus 2016.

 

Sebanyak 47 personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan pencarian. "Dari Polri terdiri dari 25 anggota Brimob, Polres Rohil 15 orang, dan dibantu dari polsek personel," ucap Kapolres Rokan Hilir, AKBP Posma Lubis kepada Okezone, Minggu, 21 Agustus 2016.

 

Sejak pagi tadi, 47 personel tersebut telah diterjunkan. Menurut Kapolres, Polri telah membantu pencarian sejak 18 Agustus 2016 lalu. "Sejak hari pertama dilaporkan hilang, kita sudah ikut membantu pencaharian anggota TNI tersebut," ujar Kapolres Rohil.

Baca Juga: Miris, Setiap Tahun 24 Milyar Ton Tanah Subur Hilang dari Muka Bumi

 

Pratu Wahyudi hilang saat memadamkan kebakaran di area hutan Desa Kampung Medan, Kamis, 18 Agustus 2016. Kemudian, Anggota TNI dari Kesatuan Den Rudal 004 Dumai tersebut tiba-tiba menghilang dari rombongan.

 

Disebut-sebut, hilangnya Pratu wahyudi berhubungan dengan mistis. Sebab saat diketahui menghilang, teman-teman korban ponsel Pratu Wahyudi. Ketika diangkat, Pratu Wahyudi mengaku tengah berada di sebuah pohon besar. Namun, saat diperiksa di pohon-pohon besar, tidak terlihat Pratu Wahyudi.

 

Lalu Wahyudi diminta untuk berteriak, namun teriakan Wahyudi tidak terdengar oleh teman-temannya. Teman-temannya kembali menghubungi ponsel Pratu Wahyudi. Kali ini dia menyebut tengah berada di pohon sawit yang ada di sekitar lokasi.

Klik Juga: Musim Kemarau, Warga Diimbau Tak Bakar Hutan dan Lahan

 

Pencarian kembali dilakukan, namun tetap saja tak ditemukan. Tidak lama, ponsel prajurit asal Magetan itu mati. Menurut Warga sekitar, daerah itu terkenal dengan angker dan berbau mistik.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline