Aktual, Independen dan Terpercaya


Danlanud: Tindakan Arogan TNI AU Dipicu Adanya Tekanan

Pernyataan-Sikap.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
ombudsman

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi menyambut aksi solidaritas puluhan wartawan yang mengecam tindakan penganiayaan dua orang jurnalis di Medan, Sumatera Utara.

 

Danlanud turut menyesalkan tindakan oknum Paskhas TNI AU yang pada saat itu dalam menjalankan tugas dan harus menjalankan prosedur.

 

Menurutnya, tindakan tersebut dipicu adanya tekanan yang dihadapi TNI AU saat menyelesaikan masalah sengketa tanah yang terjadi di Medan, Sumut.

 

"Bisa jadi ini karena adanya tekanan dan ditambah lagi dengan emosi. Saya tahu bagaimana kondisi tanah sengketa itu. Tapi tidak bisa saya sampaikan di sini. Pokoknya mereka ditekan untuk menyelesaikan permasalahan terhadap tanah itu," ucapnya, Selasa, 16 Agustus 2016.

 

Selain itu, perintah-perintah yang diketahuinya seperti wartawan tidak dilarang mengambil gambar diartikan banyak oleh para prajurit, mulai dari ucapan, sampai kepada penindakan.

 

"Arti kalimat jangan sampai ada wartawan yang bisa mengambil gambar itu banyak sekali penjabarannya. Saya juga saat ini belajar untuk bisa menangani permasalahan dengan baik. Saya berjanji akan menyampaikan ke anggota saya,"tambahnya.

Baca Juga: Puluhan Wartawan Sampaikan Pernyataan Sikap Kecam Tindakan Arogan Oknum TNI AU

 

Namun, Henri juga tidak membela para jurnalis. Dia mengatakan profesi wartawan itu banyak yang disalah gunakan oleh segelintir orang.

 

"Untuk itu sebaiknya para jurnalis mengenakan ID Card yang seperti itu (sambil menunjuk kepada salah satu wartawan yang mengenakan Id card) Apa lagi wartawan kan banyak yang mengenakan‎ pakaian biasa. Kalau ada seragamnya kan bisa membedakan," tambahnya.

 

Menurut Danlanud, wartawan seharusnya tidak melakukan pengambilan gambar di tempat-tempat yang semestinya tidak perlu dipublikasikan secara mendalam.

 

"Ada lagi ini misalnya kejadian pada saat pesawat jatuh. pemberitaannya sampai disitu saja, jangan sampai ada jari putus, di foto-fotoin dan sebagainya kan tidak tega kita lihatnya,"tutupnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline