Aktual, Independen dan Terpercaya

1 Ton Garam Disemai Untuk Hujan Buatan

Asap-Putih-Membumbung-di-Lahan-Terbakar.jpg
(TIMSATGAS KARHUTLA FOR RIAUONLINE.CO.ID)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satuan Tugas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau terus berupaya menekan titik api. Satgas mulai melakukan teknik modifikasi cuaca hujan buatan dengan menyemai 1 ton garam di atas langit Riau.

 

Musim kering yang melanda Riau sejak sebulan terakhir memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

 

"Priorotas utama daerah yang ditemukan hotspot kalau memang disekitar wilayah tersebut ada awan," kata Komandan Satgas Udara, Marsekal Pertama Henri Alfiandi, Jumat, 15 Juli 2016.

 

Adapun daerah operasi teknik modifikasi cuaca berada di atas langit Bengkalis, Rokan Hilir, Pekanbaru dan Pelalawan. Keempat daerah itu sangat rentan terjadinya kebakaran lahan karena mengalami musim kering. (KLIK: 80 Orang Tewas Usai Truk Kerumunan Massa di Perancis)

 

"Target area 330 - 60 derjat celcius dari Pekanbaru dengan jarak 40 - 60 mile. Ketinggian terbang 8000 - 11000 kaki," tuturnya.

 

Menurut Henri, operasi modifikasi cuaca tahap pertama telah berjalan dengan lancar menggunakan pesawat Cassa 212. Dari pengamatan awan saat penerbangan terpantau adanya awan cumulus dengan level ketinggian 7000 - 8500 kaki di Rokan Hilir, Bengkalis dan Siak. "Semoga bermanfaat menambah potensi hujan Riau," katanya.

 

Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Balai Besar TMC Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Sutrisno menyebutkan, penyemaian garam dilakukan di area mana pun di atas langit Riau asalkan ditemukan awan. Hujan yang terjadi akibat modifikasi cuaca tersebut dapat mematikan titik api. "Kalau hujan jatuh di wilayah relatif kering, tanah akan menjadi basah dan lembab, tentunya akan sulit terbakar atau dibakar," jelasnya. (BACA: Ditemukan Granat dan Bahan Peledak di Truk Penabrak di Perancis)

 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru menyebutkan, satelit Tera dan Aqua memantau 10 titik panas tersebar di wilayah Riau pada pukul 06.00 Jumat 15 Juli 2016. Titik panas tersebar di Rokan Hilir sembilan titik dan Dumai satu titik. Namun tingkat kepercayaan menjadi titik api hanya enam titik yakni di Rokan Hilir.

 

Sementara itu, secara umum cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. curah hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Riau. "Temperatur maksimum 31.0 - 34.0 derajat celcius," ucapnya.

 

Kebakaran hutan dan lahan kembali marak terjadi dalam satu bulan terakhir. Lebih dari 1.506 hektare lahan terbakar. Cuaca panas dikhawatirkan membuat titik api meluas sehingga anggota Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tidak mendapat libur saat Lebaran.