Dibajak, Kapal Minyak dari Singapura-Dumai Ini Tertangkap di Kalsel

Kapal-Tanker-MV-Hai-Soon-12.jpg
(DISPEN TNI AL)

RIAU ONLINE - Kapal tanker MV Hai Soon 12 membawa 200 kiloliter bahan bakar yang berlayar dari Singapura menuju Dumai, Jumat, 7 Mei 2016, telah dibajak oleh 9 Warga Negara Indonesia (WNI) dan dibawa kabur ke Tanjung Puting, Kalimantan Selatan. 

 

Saat bertolak dari Singapura hendak ke Dumai, saat melintasi Selat Karimata hilang komunikasi. Melalui data diperoleh dari Automatic Identification System (AIS), kapal tersebut sudah diubah menjadi KM AISO oleh para perompak.

 

Usai tiga hari dibajak, kapal berbendera Kiribati namun dimiliki Hai Soon Shipmanagement, Singapura tersebut, terdeteksi TNI Angkatan Laut dan dilakukan pengejaran serta ditangkap di perairan Tanjung Puting, Senin, 9 Mei 2016. 

 

Baca Juga: Lagi, 4 Anak Buah Kapal Indonesia Diculik

 

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksmana Pertama Edi Sucipto, dilansir dari BBC.com, mengatakan kesembilan pembajak tersebut diperiksa di KRI Untung Suropati dan akan dibawa ke Surabaya. Rencananya, hari ini, Selasa, 10 Mei 2016, para pembajak tiba di Kota Pahlawan itu. 


"Kapal MV Hai Soon diawaki 21 orang, 20 merupakan kru sedangkan satu orang merupakan penumpang," kata Edi Sucipto. 

 

Motif perompakan kapal yang berlayar dari Singapura menuju Dumai itu juga belum diketahui pasti. "Itu kebetulan tanker, memuat kalau tidak salah 200 kiloliter bahan bakar," jelasnya.

 

Menariknya, para pembajak, menurut Laksamana Pertama Edi Sucipto, terdeteksi awalnya diketahui dari International Maritime Bureau (Biro Maritim Internasional) di Malaysia Minggu, 8 Mei 2016.

 

Pusat Kendali Operasi TNI Angkatan Laut kemudian melacak data yang diperoleh dari Automatic Identification System (AIS) dan kapal terdeteksi di wilayah perairan Tanjung Puting setelah sebelumnya sempat menghilang dari radar di. Nama tertera di kapal sudah diubah menjadi KM AISO.

 

Klik Juga: ABK Kapal TB Henry Ini Bercerita Saat Abu Sayyaf Bajak Kapalnya

 

Para pembajak warga Indonesia itu, antara lain, Mustofa asal Buton, Alimudin asal Buton, Ali asal Buton, Anur asal Bugis, Yanto asal Buton, Andika asal Buton, Moh Nurhadi asal Tanjung Uban, Niko asal Wakatobi, dan Agus asal Aceh.

 

Penelusuran RIAUONLINE.CO.ID, berdasarkan Data Vessel Traffic Service (VTS) Batam diooperasikan Distrik Navigasi Tanjungpinang Kementerian Perhubungan, kapal berangkat dari pelabuhan di Pulau Seraya, Singapura, Jumat, 6 Mei 2016, pukul 07.46.

 

Namun setelah berlayar 1 jam 14 menit, Hai Soon 12 berhenti (drop anchor) di perairan Pulau Sebarok, Singapura, pukul 09.00. Setelah sekitar setengah jam drop anchor, kapal melanjutkan perjalanan dengan kecepatan 10,9 knot. 

 

Dengan kecepatan tersebut selama kurun waktu dua hari, seharusnya kapal sudah tidak lagi berada di posisi Selat Singapura. Posisi terakhir itu memunculkan spekulasi kapal dibajak.

 



Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline