Saat Tak Dilantik, Suparman Akui Elite Rohul Tertawa

Suparman-Syukuran-Usai-Dilantik.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bupati Rokan Hulu, Suparman, masih kecewa melihat reaksi dari beberapa tokoh masyarakat Negeri Seribu Suluk itu hingga kini masih sengaja memicu warga untuk saling bermusuhan dan menebar dengki.

 

Namun, Suparman tak ambil pusing serta mempermasalahkan orang-orang seperti itu. Menurutnya, sangat rugi jika ia turut terpancing dengan apa hendak dilakukan mereka.

 

"Ketika saya dibatalkan oleh Mendagri untuk dilantik Selasa kemarin, mereka malah tertawa mendengar berita tersebut. Padahal mereka tahu, yang sedang mereka tertawakan adalah pemimpin Rohul, berarti juga menertawakan marwah Rohul sedang dipermainkan oleh pemerintah pusat," kata Suparman, Sabtu, 23 April 2016, di kediamannya saat menggelar syukuran usai dilantik oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, di Gedung Kemendagri, Jakarta. 

 

Baca Juga: Tak Khawatir Ditahan, Suparman: Pakde Sukiman Bisa Gantikan Saya

 

Tak hanya itu, Suparman juga mengharapkan tak ada lagi orang dalam pikiran mereka masing-masing kelompoknya adalah tim sukses dari pasangan lainnya kemudian dianggap lawan politik.

 

Hingga kini, tutur Suparman, ia masih mencium suasana panas tersebut, efek Pilkada Langsung Desember 2015 silam. Ini ditengarai ada beberapa elit memanfaatkan kepolosan rakyat kecil untuk memuluskan tujuan dan kepentingan pribadinya.

 

"Setelah saya dilantik, saya bukan hanya pemimpin bagi pendukung-pendukung saya saja, tapi juga bagi seluruh masyarakat Rokan Hulu. Tak ada pembedaan perlakuan baik mendukung saya atau tidak. Karena saya dipilih memimpin masyarakat Rokan Hulu keseluruhannya, bukan hanya bagi segelintir orang saja," tegasnya.

 

Klik Juga: Inilah Blak-blakan Suparman Usai tak Dilantik sebagai Bupati

 

Suparman mengecam orang-orang maupun pihak yang sengaja memanfaatkan rakyat kecil. "Yang harusnya kita lakukan sebagai masyarakat Rokan Hulu adalah saling bahu-membahu untuk membangun Rokan Hulu, bukan berlomba saling memecah belah," tandasnya.

 

Ikuti dan simak Kasus Suap APBD-P 2014 dan APBD 2015 dengan klik di sini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline