Dengar Pejabat Inhu Tak Punya Ponsel, Kadinsos Riau: Masak Iya?

Kadinsos-Riau-Syarifuddin.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinsos Provinsi Riau, Syarifuddin mengaku kesal dengan tingkah salah seorang pejabat daerah kabupaten Inhu yang dianggapnya tak serius menjadi pemerintah yang baik bagi masyarakatnya. Dirinya berkomentar atas ucapan Sekretaris Dinsos Kabupaten Inhu, Heri Tejowaskito yang mengaku tak memiliki telepon seluler (ponsel).

 


Menanggapi hal tersebut, Syarifuddin mengaku kesal mendengar jawaban Heri yang demikian. Katanya, hal tersebut tak sepatutnya diucapkan oleh pejabat publik sepertinya apalagi mengingat betapa pentingnya fungsi telepon bagi komunikasi.

 

"Masak iya dia tak punya. Itulah yang saya kesalkan. Masak sebagai pejabat dia tak punya telepon seluler, terus bagaimana cara dia komunikasi? Kan tidak efektif dan efisien sekali pejabat yang kerjanya seperti itu.

 

Bagaimana kalau ada yang tiba-tiba mau menghubunginya karena ada urusan penting? Kan tidak mungkin harus menunggu ketemu dulu dengan dia," ujar Syarifuddin ketika ditemui di ruangannya, Selasa (16/2/2016).

 

Sebagai pejabat, Syarifuddin mengatakan setiap pejabat harus memiliki telepon seluler yang digunakan untuk mempermudah komunikasi antar pejabat dan instansi. Alasan tak pandai bukanlah menjadi alasan yang bisa diterima untuk jabatan sekretaris Dinsos kabupaten yang ia sandang.

 

"HP itu sekarang bukan cuma untuk urusan dia pribadi saja. HP itu sekarang sebagai tuntutan pekerjaan bagi kita. Apalagi kita sebagai pemeintah yang berperan untuk melayani kepentingan masyarakat. Bagaimana jika ada warganya yang mau menghubunginya karena ada bencana misalnya atau hal lain yang keperluan mendadak sehingga bupati mau memanggil dia? Kan tidak mungkin mereka mendatanginya hanya untuk memberi tahu sesuatu," jelasnya.

 

Syarifuddin berpesan kepada pejabat tersebut untuk segera mengevaluasi dirinya. Karena sebagai pemerintah, mereka harus siap untuk dihubungi oleh siapapun termasuk masyarakat. "Ya harusnya kalau memang tak pandai ya belajarlah. Supaya tak susah jika ada yang mau menghubungi dia. Sedangkan selama ini kita kalau mau menghubungi dia, tak tahu harus bagaimana. Itu kan jadi merugikan semua orang," tandasnya.