Kebakaran Lahan, DLH Klaim Kualitas Udara di Bengkalis Normal

kondisi-bengkalis.jpg
(Andrias)

Laporan : ANDRIAS

 

RIAUONLINE, BENGKALIS - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis memastikan kondisi udara Bengkalis masih dalam keadaan normal.

Hal itu dikatan Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Nur Hasanah terkait adanya titik api cukup banyak di Kabupaten Bengkalis.

"Kondisi udara Bengkalis masih dalam keadaan normal. Baik di Pulau Bengkalis maupun wilayah Bengkalis di daratan baik Mandau maupun Pinggir, " kata Nur Hasanaah, Rabu 20 Februari 2019 di Bengkalis.

Dikatakan Nur Hasanaah lagi, pemantauan kualitas udara dilakukan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis dengan menggunakan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dimiliki Chevron dan Pertamina dalam memantau pencemaran udara selama 24 jam di daerah Mandau dan Pinggir.

"Dari pantauan yang kita lakukan sampai saat ini kualitas udara di Kabupaten Bengkalis tepatnya daerah Duri dan Pinggir masih dibawah baku mutu indeks pencemaran udara. Dalam arti kata kondisi cuaca masih baik," ucapnya.

Sementara kondisi pencemaran udara di kota Bengkalis, juga dipantau pihak DLH Bengkalis masih dalam keadaan normal. Meskipun pemantauan dilakukan tidak menggunakan ISPU melainkan dengan pemantauan jarak pandang secara langsung.

"Untuk kota Bengkalis sampai saat ini dari pantauan kita secara langsung memang belum ada nampak kabut asap yang diakibatkan oleh Karhutla. Sementara kondisi cuaca masih panas terik dan belum terlihat ada kabut asap," jelasnya

Sedangkan pemantauan kualitas udara di kota Bengkalis dikatanya lagi, dilakukan hanya dengan kasat mata.

"Karena pemantauan menggunakan ISPU tidak dapat dilakukan, sebab ISPU yang ada di Bengkalis dalam keadaan rusak dan tidak bisa digunakan," jelasnya.

Sementara di daerah Rupat yang menjadi titik terbanyak kebakaran lahan di kabupaten Bengkalis, dari pantauan Dinas Lingkungan Hidup kondisi pencemaran udara di sana masih jauh dibawa baku mutu pencemaran udara. Kondisi udara di sana masih belum terpengaruh oleh kabut asap akibat lahan yang terbakar.

"Kondisi ini memang dipengaruhi oleh faktor angin yang mengarah ke luar pulau Rupat. Sehingga asap kebakaran belum mempengaruhi kualitas udara di sana, " pungkasnya.