Aktual, Independen dan Terpercaya


Sadis, Pura-pura Minta Tebusan ke Orangtua, Sepupu Habisi Anak Pamannya

Anak-5-Tahun-Dibunuh.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, SIAK - Sidik, pemuda 19 tahun asal Kabupaten Siak tega membunuh ponakannya yang berusia lima tahun. Tindakan biadab Sidik itu dilatarbelakangi sakit hati tersangka ke orang tua korban, yang tidak lain pamannya sendiri.

Sakit hati yang tak berdasar, dengan alasan yang juga tak dapat diterima akal. Pasalnya, Sidik yang kini mendekam dibalik dinginnya jeruji besi Mapolres Siak mengaku hanya dibantu biaya nikah sebesar Rp5 juta. Sementara dia sendiri berharap lebih besar dari sekedar uang itu.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu menjelaskan bahwa pemuda bernama lengkap Muhammad Sidik ditangkap jajaran Polres Siak pada Sabtu kemarin (29/12).

Sidik ditangkap di depan sebuah hotel di wilayah Perawang. Penangkapan itu berawal dari tindak kriminal Sidik yang menculik A, bocah berusia 5 tahun di rumahnya.

Sidik yang masih mempunyai hubungan keluarga sangat dekat dengan A dan keluarganya menculik bocah tak berdosa itu. Kedekatan keduanya tak membuat keluarga curiga. Bocah polos itu menurut saja diajak tersangka keluar, sementara ayahnya bernama Roffi sedang tak berada di rumah.

Selanjutnya, dengan niat jahat yang telah direncanakan sebelumnya, Sidik langsung menghubungi orang tua korban, Roffi.

"Tersangka menghubungi orang tua korban dan meminta uang Rp300 juta agar anak itu bisa lepas," kata Sunarto.

Orang tua korban yang pada saat hari kejadian, Jumat (28/12) atau sehari sebelum penangkapan sedang berada di Kota Pekanbaru, langsung melapor ke polisi setelah menerima telfon dan sms dari tersangka.

Polisi yang mendapat laporan itu langsung bergerak cepat, dan langsung melakukan penyelidikan. Korban berhasil ditemukan, namun sayang kondisinya tak lagi bernyawa.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Pakaian di tubuhnya dilucuti. Bajunya dibuka dan terikat dileher dan tangan korban. Sementara celana panjanganya terikat di kaki korban.

Kepala hingga pinggang korban berada di dalam tanah. Sementara hanya kakinya yang terlihat menonjol dari dalam tanah.

Sunarto menjelaskan bahwa tubuh korban ditemukan di sekitar pipa aliran minyak dan gas Chevron di wilayah Perawang. Tersangka saat ini telah berada di hotel prodeo Mapolres Siak.

Polisi masih terus menyelidiki motif kejahatan tersangka. Hasil penyelidikan sementara, tersangka mengaku sakit hati kepada orang tua korban, alias pamannya sendiri karena hanya dibantu uang lebih sedikit dibanding saudara lainnya.