Gembong Teroris Pak Ngah dkk Dimakamkan di Dumai dan Bengkalis

pemakaman-teroris.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Empat jenazah teroris penyerang markas Kepolisian Daerah Riau dimakamkan di kampung halaman masing-masing, Sabtu, 19 Mei 2018. Satu jenazah atas nama Mursalim alias Pak Ngah dimakamkan di Bengkalis. Sedangkan tiga jenazah lainnya Abu Daud, Adi Sufyan dam Suwardi dimakamkan di Dumai.

Kepala Kepolisian Resor Dumai Ajun Komisaris Besar Restika Nainggolan mengatakan, dua jenazah dimakamkan di Bukit Batrem Kota Dumai. Sedangkan jenazah satu lainnya dimakamkan TPU Sei Sembilan, Kota Dumai. Prosesi pemakaman tiga jenazah di Dumai berlangsung aman dan lancar.

“Tidak ada penolakan dari masyarakat setempat,” ujar Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan, Sabtu, 19 Mei 2018.

Warga maupun tetangga tempat tinggal mereka turut bersama-sama melaksanakan prosesi pemakaman ketiga jenazah itu.

“Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Restika.

Pemakaman ketiga jenazah terduga teroris itu berlangsung Sabtu pagi pukul 07.00. Selama hidup, mereka memang beraktivitas di Kota Dumai dan cukup dikenal warga.

Pogang alias Abu Daud (25), dulunya bekerja sebagai buruh, dia tinggal bersama keluarganya di Jalan Perjuangan RT. 010 Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai. Jenazahnya tiba diantar mobil ambulan di rumah pukul 04.15 WIB diterima ibunya Basani.

Sedangkan jenazahAdi Sufiya (26), pekerjaan usaha toge, warga Jalan Pendowo Gang Mekar, Kelurahan Bukit Batrem, tiba di rumahnya pukul 04.30.

Jenazah Adi yang dibawa dari RS Bhayangkara pekanbaru dengan mobil Ambulance diterima ibunya Sri Wahyuni, lalu disemayamkan di rumah mereka. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di TPU Bukit Batrem.

Untuk jenazah Suwardi (28) diterima ibunya Nilam, saat tiba di rumah mereka Jalan Raya Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai, pukul 04.50 WIB. Kemudian pukul 11.30, jenazah Suwardi dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Rimbun Jaya RT 04 Kel Lubuk Gaung Kecamatan Sei Sembilan.

Di tempat terpisah, jenazah Pak Ngah tiba di rumah keluarganya sekitar pukul 08.00, di Jalan Imam Bulqin Desa Pasiran Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Setelah disemayamkan beberapa saat, jenazah dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pasiran. 

"Pemakaman dihadiri Kepala Desa Pasiran, Amin, tokoh agama, Maaruf, pihak keluarga, serta masyarakat sekitar 100 orang,” kata Kepala Polres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Yusup Rahmanto.

Sebelumnya, serangan teroris terjadi di Mapolda Riau, Rabu, 16 Mei 2018. Dalam kerusuhan itu, polisi menembak mati 4 teroris, dua polisi mengalami luka-luka akibat bacokan dan satu polisi Ipda Auzar meninggal akibat ditabrak mobil teroris.

Serangan itu juga melukai dua wartawan dari TVOne dan MNCTv. Setelah diidentifikasi, para teroris berasal dari Jaringan Dumai. Pak Ngah disebut ketua kelompok pemanah jaringan teroris Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Dia pula yang memimpin penyerangan di Mapolda Riau.