Tour de Siak, Rutenya Datar-datar saja, tapi Panasnya Luar Biasa

Etape-Dayun-TDS-2016.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Muh Imam Arifin menjadi satu-satunya pebalap Indonesia yang berhasil naik podium pada etape I Tour de Siak 2016, Rabu, 19 Oktober 20916. Ia finis urutan ketiga di bawah Thanh Dien Tran dari Vietnam dan Hsu Hsuang Ping dari China Taipei.

 

Padahal, jika ia tak kecolongan pada satu kilometer terakhir jelang garis finis, Imam bakal menjadi tercepat kedua pada etape pertama ini yang memiliki jarak tempuh sejauh 154,18 kilometer dalam 3 putaran.

 

Imam, begitu orang terdekatnya memanggilnya, pebalap kelahiran Sukoharjo, 16 Desember 1995 itu. Ia memulai karir profesionalnya ketika ia lolos seleksi masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng pada 2010.

 

Baca Juga: Pebalap Vietnam Jawara di Etape I Tour de Siak

 

Ia menceritakan, sejak kecil telah gandrung dengan balap sepeda, sehingga memiliki motivasi besar menjadi pebalap papan atas nasional. Bahkan dunia. 

 

"Saya bercita-cita membalap di olimpiade dan memenangkannya. Itu impian saya," kata Imam usai terima penghargaan pada etape pertama, Rabu, 19 Oktober 2016.

 

Setelah enam tahun berkarir dalam dunia balap sepeda, Imam mengatakan, TdS merupakan tour cukup keras. Meskipun rute yang ada cenderung datar dan memiliki tanjakan sedikit, TdS adalah balapan memiliki iklim panas dibandingkan daerah lainnya.

 

"Rutenya sebenarnya datar-datar saja, tapi panasnya luar biasa," ucap Pembalap asal KFC Team Jakarta ini.

 

Ia menceritakan sedikit bagaimana persiapannya menghadapi TdS dengan latihan yang dijalani sesuai program dari pelatihnya. Karena TdS memiliki struktur trek datar dan panas terik, Imam memperbanyak latihan sprint datar dan ketahanan fisik (endurance).

 

"Kita latihan hampir setiap hari di Yogyakarta selama satu bulan hadapi TdS tahun ini. Kita banyak berlatih ketahanan fisik untuk waktu lama karena suhu di sini jauh lebih panas dibandingkan daerah lain pernah saya ikuti," jelasnya.

 

Klik Juga: Lap terakhir Etape Dayun, Pebalap Pecah 3 Rombongan

 

Alumni SMAN 1 Sukoharjo ini tampak begitu kelelahan usai balapan berakhir. Namun, lelah itu terbayar dengan ia menjadi penyabet podium dan penghargaan terbaik karena menjadi pebalap Indonesia tercepat pada hari pertama balapan.

 

Untuk persiapan hari ini, Kamis, 20 Oktober 2016, etape II dengan rute Siak-Perawang, Imam akan tetap melakukan latihan ringan sore harinya dan mencukupkan istirahat dan asupan gizi. Ia berharap agar bisa menang pada keesokan harinya.

 

Etape hari ini merupakan rute terpanjang dalam iven TdS ini. Rute ini memiliki jarak tempuh sejauh 182,87 kilometer dengan tanjakan terbanyak dibandingkan tiga etape lainnya. "Semoga bisa naik podium lagi besok," tandas Imam.

 

Silakan ikuti Tour de Siak dengan Klik di Sini


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline