Dapat Tambahan Satu Heli, Hari Ini Enam Unit Heli Dikerahkan Padamkan Karhutla

karhutla-bengkalis-2.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Enam unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau waterbombing di tiga daerah yang hingga saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan, (Karhutla), Minggu 4 Agustus 2019. Tiga daerah yang saat ini masih meluas Karhutlanya ada di Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil) serta di Siak.

"Iya, hari ini enam unit heli kita kerahkan ke wilayah Pelalawan, Inhil dan Siak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Minggu, 4 Agustus 2019.

Edwar mengungkapkan, Sabtu, 3 Agustus kemarin, Satgas udara Karhutla Riau mendapatkan tambahan satu unit helikopter jenis Kamov dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

"Tambahan satu unit heli jenis kamov dari BNPB sudah sampai di Riau dan siap untuk digunakan Satgas Udara Karhutla Riau," kata Edwar Sanger yang juga Wadan Satgas Ops Karhutla Riau ini.

Dengan telah tibanya bantuan tambahan satu unit helikopter tersebut, maka total bantuan heli dari BNPB untuk Satgas Udara Karhutla Riau sebanyak 8 unit. 7 diantaranya adalah untuk keperluan waterbombing dan satu unit untuk patroli.

Selain pemadaman melalui jalur udara dengan waterbombing, pemadaman kebakaran lahan dan hutan juga dilakukan melalui jalur darat. Hingga saat ini Satgas darat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan titik asap dengan melakukan penyiraman di lahan terbakar yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau.

Berdasarkan catatan Satgas Karhutla Riau, total luas lahan yang terbakar di Riau sejak januari 2019 hingga, Minggu (4/8/2019) mencapai 4.376 hektare. Paling luas adalah Kabupaten Bengkalis yang mencapai 1.475 hektare.

Kemudian Rohil diurutan kedua dengan luas lahan terbakar mencapai 992 hektare, selanjutnya di kabupaten Siak 531 hektare, Inhil 388 hektare, Dumai 303 hektare, Meranti 232 hektare, Pelalawan 150 hektare, Kampar 108 hektare, Inhu 101 hektare, Pekanbaru 84 hektare, Kuansing 5 hektare dan yang paling sedikit adalah Rohul 2 hektare. (*)